Negosiasi AS-Iran Buntu, Negara-Negara Arab Mulai Panik dan Cemas

cnbcindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita
Foto: (REUTERS/Stringer)

Jakarta, CNBC Indonesia - Negara-negara Arab di kawasan Teluk kian diliputi kecemasan seiring arah negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dinilai makin tak jelas. Alih-alih meredakan ketegangan, pembicaraan justru dikhawatirkan memperkuat posisi strategis Teheran atas Selat Hormuz.

Sejumlah pejabat dan analis memperkirakan putaran negosiasi berikutnya akan lebih berfokus pada pembatasan pengayaan uranium serta pengelolaan pengaruh Iran di Selat Hormuz, ketimbang membahas isu rudal dan proksi regional yang selama ini menjadi ancaman langsung bagi negara-negara Teluk.


Baca: Siaga Perang AS-Iran Jilid 2 Pecah, Trump-Teheran Beri Sinyal Meletus

Sumber di kawasan Teluk menilai perubahan fokus ini berbahaya. Mereka khawatir pendekatan tersebut hanya "mengelola" pengaruh Iran, bukan menguranginya, demi menjaga stabilitas ekonomi global.

"Pada akhirnya, Hormuz akan menjadi garis merah. Itu bukan isu sebelumnya, tapi sekarang menjadi prioritas. Targetnya telah berubah," ujar seorang sumber yang dekat dengan lingkaran pemerintah Teluk, seperti dikutip Reuters, Selasa (21/4/2026).

Baca: AS-Iran Panas Lagi, Ini Update Kapal-Kapal di Selat Hormuz

Kekhawatiran ini makin menguat setelah pernyataan Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, yang menyebut Selat Hormuz sebagai "senjata nuklir" Iran dalam konteks geopolitik.

"Tidak jelas bagaimana gencatan senjata antara Washington dan Teheran akan berjalan. Tetapi satu hal yang pasti: Iran telah menguji 'senjata nuklirnya'. Itu adalah Selat Hormuz. Potensinya tak terbatas," tulisnya.

Baca: China Ngamuk Kapal Iran Disita, Langsung Sebut Ini Kepada Trump

Dari sisi Iran, pandangan tersebut diamini. Sumber keamanan senior Iran menyebut Selat Hormuz sebagai "aset emas" yang telah lama dipersiapkan sebagai alat pencegah strategis.

"Iran telah mempersiapkan diri selama bertahun-tahun untuk skenario penutupan Selat Hormuz. Ini adalah salah satu alat paling efektif, pengaruh geografis yang menjadi pencegah kuat," ujarnya.

Bahkan, sumber lain yang dekat dengan Garda Revolusi Iran menyebut tabu penggunaan Hormuz kini telah "dilanggar", menjadikannya alat tawar nyata dalam negosiasi internasional.

Baca: Jepang Keluarkan Warning Gempa Besar Usai Guncangan M7,7

Namun bagi negara-negara Teluk, fokus berlebihan pada Hormuz justru mengabaikan ancaman utama lain, seperti serangan rudal dan aktivitas kelompok proksi Iran di kawasan. Presiden Emirates Policy Center, Ebtesam Al-Ketbi, menilai situasi ini bukanlah upaya penyelesaian konflik, melainkan pengelolaan ketegangan yang disengaja.

"Apa yang terjadi saat ini bukan penyelesaian bersejarah, tetapi rekayasa konflik berkelanjutan," ujarnya. "Siapa yang menanggung dampak rudal dan proksi? Negara-negara Teluk. Tapi isu itu justru diabaikan."

Analis juga memperingatkan bahwa pendekatan ini berisiko menciptakan stabilitas semu yang menguntungkan AS dan Iran, tetapi meninggalkan negara Teluk dalam ketidakpastian keamanan.

Sejak konflik memanas pada 28 Februari, negara-negara Teluk telah menanggung dampak ekonomi besar, mulai dari serangan infrastruktur energi hingga lonjakan biaya ekspor dan asuransi. Jalur distribusi alternatif pun lebih mahal dan tetap rentan terhadap ancaman yang sama.

Para diplomat Teluk kini mendorong Washington agar tidak buru-buru mencabut sanksi terhadap Iran. Mereka menginginkan pendekatan bertahap guna menguji komitmen Teheran, terutama terkait program rudal dan jaringan proksi.

Baca: Bukan Timur Tengah, AS Terjunkan 10.000 Tentara dekat RI-China Siaga

(tfa/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Negosiasi AS-Iran Mentok, Putaran Kedua Ditargetkan Pekan Ini

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelaku Cuma Wajib Lapor, Polisi Sebut Kasus Penyiraman Air Keras di Johar Baru Siap P21
• 6 jam laludisway.id
thumb
LPG Nonsubsidi Naik, Bahlil: Harga Disesuaikan dengan Pasar Global bukan Ketetapan Pemerintah
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Ini kata Pigai terkait pendapat Saiful Mujani soal makar
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Kapolri Buka Rakernis Korps Brimob di Mako Brimob Depok
• 4 jam laludetik.com
thumb
Bojan Hodak Kecewa Persib Bandung Ditahan Imbang 2-2 Dewa United, Sebut Marc Klok dkk Bermain seperti Anak-anak
• 12 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.