Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Amerika Serikat (AS) Lori Chavez-DeRemer mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya, setelah terseret serangkaian skandal, termasuk aduan soal perlakuan kurang pantas terhadap staf-staf perempuan muda.
Mundurnya Chavez-DeRemer dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump, seperti dilansir AFP, Selasa (21/4/2026), mengakhiri spekulasi yang berkembang selama beberapa pekan terakhir soal nasib jabatannya.
Pengunduran diri ini diumumkan menyusul pemecatan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem dan Jaksa Agung AS Pam Bondi, yang menandai satu per satu keluarnya sejumlah pejabat tinggi wanita dalam kabinet Trump dalam beberapa pekan terakhir.
"Meskipun masa jabatan saya dalam pemerintahan telah berakhir, bukan berarti saya akan berhenti memperjuangkan para pekerja Amerika," tulis Chavez-DeRemer dalam pernyataan via media sosial X. Dia menambahkan bahwa dirinya akan kembali ke sektor swasta.
Chavez-DeRemer mengumumkan pengunduran dirinya setelah baru-baru ini menghadapi seruan mundur atas tuduhan bahwa dia, para ajudannya, dan bahkan anggota keluarganya secara rutin mengirim pesan pribadi dan serangkaian permintaan kepada para staf muda Departemen Tenaga Kerja AS.
New York Times (NYT) melaporkan pekan lalu bahwa Chavez-DeRemer dan mantan wakil kepala stafnya mengirim pesan teks yang isinya meminta sejumlah karyawan untuk membawakan wine kepada mereka selama perjalanan dinas departemen.
Suami dan ayah Chavez-DeRemer, menurut laporan NYT, juga bertukar pesan teks dengan sejumlah staf perempuan muda, yang beberapa di antaranya diinstruksikan oleh Chavez-DeRemer untuk "memperhatikan" pria-pria tersebut.
Pesan-pesan teks itu dikumpulkan sebagai bagian dari penyelidikan terhadap kepemimpinan Chavez-DeRemer, yang diluncurkan untuk merespons aduan tentang pelanggaran perilaku yang meluas, yang memicu kekhawatiran di kalangan staf.
(nvc/ita)





