JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Golkar menginstruksikan seluruh kader untuk tetap tenang menyusul kasus penusukan yang menewaskan Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei.
“Semua kader diharapkan untuk tetap tenang, tetap sabar, dan kita serahkan kepada ketentuan hukum yang berlaku,” kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, saat di Gedung DPP Partai Golkar Jakarta, pada Selasa (21/4/2026).
Baca juga: Nus Kei Dimakamkan Sore Ini di Langgur, 80 Polisi Dikerahkan
Ace menegaskan, pihak yang bertanggung jawab atas tindakan tersebut harus dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.
Dia juga menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa partai menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.
“Prinsipnya kita sangat prihatin dan menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara,” ujar Ace.
Baca juga: Ini Motif Penusukan Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei hingga Tewas
Terkait kelanjutan kepemimpinan di DPD Golkar Maluku Tenggara, Ace menjelaskan bahwa DPD tingkat provinsi akan segera mengambil langkah organisatoris.
“Karena ketuanya meninggal dunia, nanti DPD Provinsi Maluku akan menunjuk pelaksana tugas (Plt) dan sesegera mungkin melaksanakan musyawarah daerah,” jelasnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut diperlukan agar situasi tetap kondusif dan agenda Musyawarah Daerah (Musda) di Maluku Tenggara dapat berjalan sesuai rencana.
Peristiwa penusukan Nus KeiPeristiwa berawal ketika Nus Kei tiba di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu siang sekitar pukul 11.10 WIT dari Bandara Internasional Pattimura, Ambon, Maluku untuk menghadiri Musda Golkar.
Ketika sampai di depan pintu keluar bandara untuk menemui keluarganya, Nus Kei langsung ditikam oleh orang tidak kenal (OTK).
OTK tersebut merupakan seorang pria yang memakai jaket merah dan menggunakan masker.
Baca juga: Golkar Harap Kadernya Tak Terpancing Emosi Usai Kasus Penusukan Nus Kei hingga Tewas
Pada momen tersebut, kakak Nus Kei, Antonius Rumatora langsung membanting pelaku. Namun, pelaku melawan dan melarikan diri.
Setelah itu, Nus Kei sempat lari ke dalam bandara, tetapi terjatuh dan sempat memperoleh pertolongan dari petugas di lokasi.
Nus Kei lantas dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk penanganan medis. Nus Kei dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital.
Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, mengungkapkan bahwa motif dibalik penusukan Nus Kei adalah dendam.
“Berdasarkan pengakuan pelaku, motif pelaku adalah balas dendam,” kata Rositah kepada wartawan, Senin (20/4/2026).
“Kedua pelaku dendam karena korban Nus Kei adalah otak di balik pembunuhan saudara kedua pelaku atas nama Fenansius Wadanubun alias Dani Hoat,” ujar Rositah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




