Permintaan mobil diesel bekas di pasar masih menunjukkan tren menarik. Namun belakangan, muncul fenomena baru di mana konsumen tidak hanya fokus pada unit kendaraan, tetapi juga kemudahan akses terhadap bahan bakar subsidi.
Sebagian calon pembeli kini meminta bantuan pedagang untuk mengurus barcode BBM subsidi seperti Pertalite dan biosolar. Hal ini berkaitan dengan kebijakan pembelian BBM subsidi yang kini menggunakan sistem registrasi.
Penggawa Lapak Mobil Bekas, Peter, mengungkapkan permintaan tersebut cukup sering ditemui dalam transaksi. Menurut dia, konsumen ingin mendapatkan kemudahan agar tetap bisa menggunakan bahan bakar bersubsidi.
“Banyak ya permintaan misal mau beli mobil diesel bekas, tapi minta dibuatin barcode biar bisa dapat subsidi. Biasanya konsumen pada maunya begitu,” ujar Peter kepada kumparan, Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan, saat ini dirinya juga mulai menambah stok kendaraan diesel di lapaknya. Permintaan dinilai masih ada, meskipun diiringi dengan kebutuhan tambahan seperti pengurusan barcode.
“Kalau dari sisi saya sih memang lagi pengen nyetok diesel. Lumayan, ada sekitar 5-7 unit di toko. Cuma yang pernah beli dari saya orang yang pernah beli dari saya minta tolong dibuatin barcode sekalian,” kata dia.
Kenaikan harga bahan bakar diesel disebut menjadi salah satu faktor pendorong fenomena ini. Konsumen berupaya menekan biaya operasional dengan tetap mengandalkan solar subsidi.
“Jadi nantinya mereka mau pakai solar subsidi. Apa lagi kan naiknya hampir 2 kali lipat,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebenarnya proses pendaftaran barcode dapat dilakukan langsung oleh konsumen. Namun, tidak sedikit yang memilih meminta bantuan pedagang agar lebih praktis.
“Sebenernya konsumen bisa mengajukan sendiri. Cuma kadang-kadang mereka nggak mau repot. Yang penting saat pengajuan nomor telepon sama nomor NIK dia belum pernah terdaftar untuk barcode sebelumnya,” jelasnya.
Ia juga menyoroti sejumlah kendala yang kerap muncul dalam proses registrasi, terutama pada kendaraan bekas yang sebelumnya sudah terdaftar.
“Ya kalau sudah terdaftar untuk barcode sebelumnya dia harus delete dulu. Atau yang kendala-kendala di mobil bekas sudah terdaftar dengan barcode sebelumnya tapi orang nggak dapat itu harus disanggah dulu,” tutupnya.





