Padang: Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengingatkan masyarakat terkait potensi gas vulkanik beracun di sekitar kawah atau puncak Gunung Marapi, Sumatra Barat. Peringatan ini disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, berdasarkan hasil evaluasi aktivitas Gunung Marapi periode 1–15 April 2026.
"Di area kawah atau puncak Gunung Marapi juga terdapat potensi bahaya dari gas-gas vulkanik beracun," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Kementerian ESDM Lana Saria melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Padang, Selasa, 21 April 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
Gunung Slamet Memanas, Suhu Kawah Tembus 478 Derajat Celsius, BPBD Siaga
Mengingat masih adanya potensi gas beracun yang terdapat di kawah atau puncak gunung api 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut, Badan Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting. Yakni, jika terjadi hujan abu masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung, dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (Ispa).
Gunung Marapi meletus pada Kamis pagi dengan tinggi kolom abu mencapai 1,6 kilometer di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Kamis, 16 April 2026. Antara/HO-Tagana Padang Panjang
Selain itu, Badan Geologi bersama Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi Bukittinggi juga melarang masyarakat, pendaki, pengunjung atau wisatawan memasuki dan tidak berkegiatan di dalam wilayah radius tiga kilometer dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek) Gunung Marapi. Badan Geologi juga mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, bantaran atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi tetap mewaspadai potensi dan ancaman banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.
Status Gunung Marapi yang hingga kini masih berada pada Level II atau Waspada. Tingkat aktivitas Marapi akan dievaluasi secara berkala atau jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.




