OJK Mau Revisi Aturan RBB, Ini yang Perlu Diketahui Bankir

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae saat menyampaikan pemaparan dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan untuk menyampaikan kebijakan strategis OJK serta perkembangan terkini di sektor jasa keuangan. (Tangkapan Layar Youtube/Otoritas Jasa Keuangan)

Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan menyalurkan kredit ke program prioritas pemerintah lewat revisi Peraturan Nomor 5/POJK.03/2016 tentang rencana bisnis bank (RBB).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae meminta agar perbankan tetap memperhatikan manajemen risiko dalam setiap penyaluran kredit kepada para nasabah.

"Meski demikian, bank diminta tetap memperhatikan manajemen risiko," ujarnya dikutip dari Instagram @ojkindonesia, Selasa (21/4/2026)


Dian mengungkapkan, OJK memandang bahwa program pemerintah merupakan salah satu potensi bisnis yang dapat dimanfaatkan oleh bank dalam menyalurkan kredit. Meskipun demikian, perbankan harus tetap memperhatikan manajemen risiko dan tata kelola yang baik.

"Revisi aturan RBB yang terkait dengan penyaluran kredit, termasuk kredit kepada program strategis pemerintah dan UMKM, ditujukan agar bank memiliki perencanaan yang terarah, terukur dan berkelanjutan melalui penyusunan RBB," jelasnya.

Ia menekankan, penyaluran kredit dimaksud tidak bersifat wajib. Dengan demikian bank tetap memiliki keleluasaan dalam menerapkan strategi penyaluran kredit sesuai selera risiko dan toleransi risiko masing-masing.

"Perlu dimaklumi bahwa pengambilan keputusan kredit yang dilakukan oleh bank dilakukan atas dasar business judgement, dengan mengingat bank mengelola dana milik masyarakat," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu revisi POJK tentang RBB yang sedang digodok itu tidak baru, hanya lebih mendetailkan rencana dukungan bank terhadap program pemerintah dalam lampiran khusus di RBB.

Baca: Risiko Mismatch di Balik Ambisi OCBC Caplok Bisnis Ritel HSBC

Meski demikian, BTN yang fokus pada pembiayaan perumahan, menyatakan tidak akan ikut membiayai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). 

"Untuk KDMP kan memang kita diputuskan tidak ikut. Bukan kita yang meminta, kita diputuskan tidak ikut. Itu dari pemerintah, dari Kemenkeu," tutur Nixon.

BTN menyatakan turut serta mendukung banyak program perumahan pemerintah, seperti KUR Perumahan, KPP, FLPP, pembiayaan korporasi untuk infrastruktur perumahan dan lain sebagainya.

Nixon mengungkapkan bahwa bank pelat merah itu selanjutnya juga akan ikut melakukan pembiayaan pangan. Dalam hal ini, BTN akan menyalurkan pembiayaan terhadap perusahaan BUMN pangan seperti Bulog dan ID FOOD.

"Jadi udah pastilah kita support kepentingan negara dan memang itu main program-nya kita," katanya.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: OJK: Perbankan Solid di Era Higher for Longer, Kredit Naik 9,4%

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IPW Soroti Sepak Terjang Oknum Polisi YS yang Diduga Broker Proyek di Bekasi, Kaya Raya
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Mendorong Generasi Muda Siap Hadapi Tantangan Global
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Persiapan Haji: Ratusan Hotel di Madinah Siap Sambut Kedatangan Jemaah Gelombang Pertama
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Cara Mengenali Orang Pendiam Tapi Aslinya Sangat Cerdas
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Mentan Amran: Ada El Nino Godzilla Tak Masalah, Stok Beras Kita Menuju 5 Ton
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.