HARIAN FAJAR, TAKALAR – Kabar duka menyelimuti jajaran Pemerintah Kabupaten Takalar. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Takalar, Jamaluddin Daeng Sese, dikabarkan wafat pada Senin, 20 April 2026.
Sebelumnya, almarhum sempat di rawat di Malaysia sebelum meninggal dunia Rumah Sakit Pertamina Makassar, dan nyatakan meninggal dunia pada Senin, 20 April 2026.
Almarhun meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.
Rumah duka almarhum di Jl Mappajalling Daeng Kawan, Kelurahan Kalabbirang Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar.
Pemerintah Kabupaten Takalar melalui Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Takalar Muhammad Hasbi, menyampaikan pernyataan resminya termasuk titipan pesan rekan baik almarhum di kanal FB. Ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian Jamaluddin.
Menurut Muhammad Hasbi dalam sambutannya, ia menilai Jamaluddin Sese merupakan sosok yang dikenal sangat berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas selama ini. Hasbi juga mengaku tak ada satupun tugas yang dilalaikan oleh almarhum saat dirinya masih menjabat kepala dinas dan almarhum menjadi bawahannya.
“Beliau ini (almarhum) punya dedikasi tinggi, bertanggung jawab dengan tugasnya, beliau juga royal dan paling taat terhadap pimpinannya. Saya rasakan betul sikap beliau sewaktu bertugas sama di Dinas Pertanian,” ujar Muhammad Hasbi.
Hasbi juga mengungkapkan bahwa, salah satu sosok yang paling berkontribusi besar terhadap Pemkab Takalar pertama kali meraih predikat Wajar Tanpa Pemgecualian (WTP) adalah berkat jasa almarhum Jamaluddin Sese.
“Jadi rahasia ini baru saya buka sekarang. Jadi almarhum waktu itu yang meminta kepada salah satu sahabatnya di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan supervisi khusus untuk Kabupaten Takalar. Dan alhamdulillah berkat bantuan darinya, Takalar tahun itu untuk pertama kalinya meraih predikat WTP,” ujarnya.
“Pemerintah Kabupaten Takalar mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya Bapak Jamaluddin Dg Sese. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” demikian pernyataan resmi yang disampaikannya pada Selasa, 21 April.
Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi lingkup pemerintahan, tetapi juga bagi masyarakat Takalar yang selama ini merasakan kontribusi dan pengabdiannya.
Sejumlah pejabat dan rekan kerja turut menyampaikan rasa kehilangan serta mengenang almarhum sebagai pribadi yang bersahaja, pekerja keras, dan memiliki komitmen kuat terhadap pelayanan publik.
Hingga saat ini, informasi terkait prosesi pemakaman almarhum masih akan dikebumikan pada Selasa, 21 April 2026.
Pemerintah Kabupaten Takalar juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT serta diampuni segala khilafnya. (mgs)





