EtIndonesia. Pada 19 April 2026, di Dongfang, Hainan, digelar lomba panjat pohon kelapa dalam rangka festival “San Yue San”. Seorang siswi berusia 16 tahun berhasil memanjat pohon kelapa setinggi 7 meter hanya dalam 17 detik, memicu perbincangan luas.
Video yang beredar menunjukkan remaja tersebut berdiri di depan pohon kelapa, lalu setelah aba-aba diberikan, ia mulai memanjat dengan cepat. Menggunakan tangan dan kaki secara bersamaan, serta menjepit batang pohon dengan kedua kakinya, gerakannya lincah dan tegas. Dari tanah hingga puncak, ia hanya membutuhkan sedikit lebih dari 17 detik. Para siswa di lokasi terus bersorak memberi semangat.
Dalam kategori putra, seorang peserta pria bahkan berhasil mencapai puncak dalam waktu kurang dari 10 detik.
Media daratan Tiongkok melaporkan bahwa kompetisi ini berlangsung selama dua hari, dengan tujuh cabang lomba termasuk panjat kelapa cepat, “ya jia”, panahan busur silang, dan cuju (sejenis sepak bola tradisional). Sebanyak hampir 400 atlet dari 15 kota dan kabupaten ikut berpartisipasi.
Lomba panjat kelapa cepat sendiri berasal dari aktivitas tradisional masyarakat Hainan yang memanjat pohon untuk memetik kelapa. Sejak tahun 2010, cabang ini telah ditetapkan sebagai salah satu nomor resmi dalam Pekan Olahraga Tradisional Etnis Minoritas Provinsi Hainan.
Dalam aturan lomba, atlet pria harus memanjat pohon setinggi 9 meter (wanita 7 meter), baik pohon kelapa asli maupun tiruan, hingga mencapai puncak dan menyentuh bel penanda waktu. Peserta dengan waktu tercepat menjadi pemenang.
Seorang petugas setempat mengatakan bahwa memanjat pohon kelapa adalah keterampilan tradisional di Hainan. Pada masa kekurangan bahan makanan, penduduk setempat mengandalkan daging kelapa untuk mengisi perut dan air kelapa untuk menghilangkan dahaga. Seiring membaiknya kehidupan, aktivitas ini kemudian berkembang menjadi ajang kompetisi.
Sumber : NTDTV.com





