Soroti Sidak Prabowo ke Gudang Bulog Magelang, Guru Besar IPB Nilai Klaim Pemerintah Sesuai dengan Kondisi Lapangan

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Guru Besar IPB University, Hermanto Siregar menilai stok beras nasional sesuai dengan data yang diungkapkan pemerintah.

Menurutnya, hal ini terlihat dari inspeksi mendadak (sidak) oleh Presiden Prabowo Subianto ke Gudang Perum Bulog di Magelang, beberapa waktu lalu.

"Jadi data yang disampaikan pemerintah, baik Kementerian Pertanian maupun bulog itu benar adanya," kata Hermanto, dikutip Selasa (21/4/2026).

Ia beranggapan, sidak yang dilakukan sekaligus mengonfirmasi data cadangan pangan. Selama ini pemerintah mengumumkan bahwa cadangan pangan nasional aman.

"Hasil sidak Presiden menunjukkan gudang memang terisi penuh. Jadi kunjungan Presiden ke gudang Bulog itu istilahnya memverifikasi,” katanya menambahkan.

Hermanto menilai, pemerintah akan sangat berisiko jika mengumumkan data pangan tidak sesuai faktanya. Sebab, hal ini akan langsung dirasakan masyarakat.

Oleh karenanya, ia menilai stok beras yang diumumkan pemerintah sesuai dengan kondisi riil di masyarakat.

Diketahui, cadangan beras dilaporkan sebesar 4,8 juta ton. Hermanto menjelaskan, angka ini berdasarkan hasil perhitungan dari akumulasi cadangan sebelumnya, dikurangi penyaluran.

Angka tersebut kemudian ditambahkan hasil panen yang dihitung sejak awal 2026.

“Hingga April ini panen masih terus berjalan. Artinya, stok beras akan terus bertambah, terutama memasuki puncak panen April–Mei, dan akan kembali meningkat pada musim panen berikutnya di Agustus–September,” ujarnya menjelaskan.

Adapun mekanisme pengelolaan stok beras yang dilakukan Bulog adalah, ketika musim panen, dilakukan penyerapan gabah atau beras dari petani.

Sementara itu, ketika pasokan di pasar mengalami penurunan, maka Bulog melakukan operasi pasar. Kemudian, stok beras disalurkan dengan tujuan menjaga stabilitas harga.

Hermanto menambahkan, cadangan beras nasional mencapai 4,8 juta ton membuat Indonesia tidak perlu melakukan impor beras lagi. Akan tetapi, hal ini tetap dipengaruhi oleh iklim.

Jika tidak ada iklim ekstrem dan kegiatan pertanian berjalan normal, maka kemungkinan besar Indonesia tidak perlu impor beras. (iwh)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dasco Pimpin Pengambilan Keputusan RUU PPRT di Baleg DPR
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mitsubishi Fuso Perkuat Layanan dan Penjualan, Dealer Proshop Resmi Hadir di Sulawesi
• 4 jam laluterkini.id
thumb
Refleksi Hari Kartini, Ketua TP PKK Bulukumba Nilai Perempuan Kian Berdaya
• 19 jam laluterkini.id
thumb
Harga Emas dan Perak Terombang-Ambing Perang, Kepercayaan Sudah Runtuh
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hakim Perintahkan Penahanan Rutan, Jaksa Tuntut Hermanto Oerip 3 Tahun 10 Bulan
• 23 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.