Sosok Kak Kev yang dikenal lewat konten konten kreatifnya resmi debut akting lewat film terbaru garapan sutradara Edwin berjudul Monster Pabrik Rambut.
Kak Kev mengaku sangat menikmati proses belajar di lingkungan yang baru baginya tersebut. "Ini film pertama saya. Jadi banyak belajar di sini terus kan fun banget," ucapnya dengan antusias dalam jumpa pers di Kemang, Jakarta Selatan.
Bagi Kev, pengalaman syuting film ini menjadi sangat berkesan karena dikelilingi para pemain senior yang sangat suportif. Ia tidak sungkan bertanya dan berdiskusi soal teknik berakting yang benar.
"Di sini aktor-aktor senior saya tuh luar biasa, pada baik-baik. Makanya setiap hari ngobrol sama mereka dan gimana sih caranya maksudnya di depan kamera yang segede gini tuh kita harus kayak gimana sih," kata Kev.
Meski terbiasa berada di depan kamera untuk membuat konten, Kev merasakan perbedaan yang sangat kontras saat berada di set film besar.
"Dan ternyata cukup berbeda sama kegiatan aku walaupun setiap hari juga di depan kamera yang lebih kecil tapi jauh berbeda. Di sini lebih kompleks, lebih dalam seninya segala macemnya dan itu banyak diajarkan oleh sosok-sosok ini. Seru pokoknya," tutur Kev.
Di sisi lain, sang sutradara, Edwin, mengungkapkan alasannya memilih Kev untuk ikut membintangi film Monster Pabrik Rambut.
"Saya dulu enggak tahu kenapa saya tertarik dengan Kev ya. Tapi memang mungkin pesonanya dia charms gitu. Gila ya," ucap Edwin.
Pertemuan Edwin dengan Kev bermula dari ketidaksengajaan di media sosial. Ia merasa ada sesuatu yang menarik dari pembawaan Kev yang spontan.
"Ya intinya dalam proses casting saya membuka kemungkinan banyak hal ya tentunya dari social media yang emang lewat enggak sengaja di Instagram saya. Saya lihat, 'Ini anak tolol juga nih,' gitu ya, menarik ya in a good way," kenang Edwin.
Sutradara soal Pilih Kak Kev Main di Film Monster Pabrik RambutProses casting pun berlanjut saat Kev datang dari Bandung untuk bertemu Edwin. Diberikan gambaran sederhana mengenai proyek film ini, Kev justru memberikan respons yang sangat tidak terduga dan cenderung "ajaib".
"Waktu casting dia dari Bandung datang, dan cukup dengan sebuah penggambaran yang sederhana aja tentang film ini dia bisa memberikan sebuah interpretasi yang menurut saya ngaco semua gitu," ujar Edwin.
Namun, interpretasi yang ngaco itu yang dicari Edwin dalam proses kreatifnya. Ia merasa keputusan memilih Kev adalah langkah yang tepat.
"Enggak penting banget tapi ya itu menurut saya penting sebagai proses casting di awal gitu dan memang enggak sengaja ketemu dan saya tidak menyesalinya," kata Edwin.





