Pemkab Madiun Genjot Hilirisasi Melon, Dorong Produk Olahan Bernilai Tinggi

realita.co
4 jam lalu
Cover Berita

MADIUN (Realita) - Pemerintah Kabupaten Madiun terus mengupayakan pengembangan sektor pertanian melalui program hilirisasi komoditas melon. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan nilai jual hasil panen sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat di daerah tersebut.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Hilirisasi Produk Olahan Melon yang digelar di Balai Desa Krandegan, Kecamatan Kebonsari, pada Selasa (21/4/2026). 

Baca juga: Wamen PU Diana Kusumastuti Tinjau Proyek Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun, Target Rampung Juni 2026

Dalam kegiatan ini, berbagai inovasi produk turunan berbahan dasar melon diperkenalkan, mulai dari kue, keripik, manisan, biskuit, mi instan, hingga minuman olahan.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan bahwa program tersebut bertujuan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada penjualan buah segar. Dengan adanya hilirisasi, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Ini bagian dari langkah kita untuk meningkatkan nilai tambah melon. Harapannya, masyarakat bisa tetap produktif, bahkan dari rumah, dengan mengolah produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujarnya.

Bupati juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan mitra pemasaran yang siap menampung hasil produksi masyarakat, selama produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

“Selama kita belum memiliki sistem pemasaran sendiri, mitra yang sudah ada siap menampung hasil produksi, asalkan sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan,” terang Bupati. 

Baca juga: DPRD dan Bupati Madiun Sepakati Dua Raperda Non-APBD, Perkuat Investasi dan Lindungi Pasar Rakyat

Menurutnya, melalui dukungan Dinas Perdagangan dan Koperasi, para pelaku usaha didorong untuk memanfaatkan platform digital sebagai sarana pemasaran. Media sosial seperti TikTok dinilai memiliki potensi besar dalam memperluas jangkauan pasar produk olahan melon.

Selain itu, dari sisi produksi, Kabupaten Madiun memiliki potensi yang cukup besar dalam budidaya melon. Saat ini, bahkan banyak petani dari luar daerah yang menanam komoditas tersebut di wilayah ini. 

“Memang sesuatu itu butuh bukti. Kalau sudah terlihat nilai tambahnya, petani kita pasti akan ikut bergerak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati juga memaparkan bahwa harga melon segar yang berkisar Rp11 ribu dapat meningkat signifikan setelah diolah. Produk hasil hilirisasi bahkan bisa mencapai nilai jual hingga Rp50 ribu, tergantung jenis dan kualitas olahannya.

Baca juga: Mobil Kas Keliling Bank Madiun, Strategi Jemput Bola Tingkatkan Transaksi dan Kepercayaan Masyarakat

“Ini yang luar biasa. Kalau dikelola dengan baik, nilai tambahnya sangat besar dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Di akhir penyampaiannya, Bupati menekankan pentingnya konsistensi dan ketekunan dalam menjalankan usaha. Ia berharap masyarakat dapat serius memanfaatkan peluang ini demi meningkatkan taraf ekonomi keluarga.

“Kuncinya harus tekun. Semua yang kita lakukan ini tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat,” tandas Bupati.yw

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apple Resmi Angkat John Ternus Jadi CEO, Gantikan Tim Cook
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Rano Karno Ungkap Eks Kadis LH Sudah Diperingatkan sejak 2024 Pengelolaan TPST Bantargebang
• 7 jam laludisway.id
thumb
Harga Minyak Mentah Naik 6 Persen Imbas Ketidakpastian Gencatan Senjata di Iran
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Temui Jaksa Peneliti Kejati DKI, Troya Sebut Penyidikan Kasus Ijazah Jokowi Langgar KUHAP
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Persib Ditahan Dewa United 2-2, Persaingan Puncak Klasemen Makin Ketat
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.