FAJAR, MAKASSAR — Sejak 2012 hingga saat ini, Kota Makassar masih menghadapi persoalan kejahatan jalanan, yakni aksi negatif geng motor yang melibatkan generasi muda. Hal tersebut berdampak pada menurunnya rasa aman warga dalam menggunakan ruang publik. Ini adalah persoalan sosial yang meninggalkan trauma pada warga dan kota.
Namun, di balik stigma tersebut, terdapat pula geng motor yang bergerak secara positif dan memiliki peran sosial dalam kehidupan berkomunitas, antara lain dalam menumbuhkan solidaritas, kebersamaan, dan praktik saling mendukung.
Berangkat dari situasi tersebut, Trauma Kota hadir sebagai ruang temu antara seni, warga, dan pemerintah melalui rangkaian kegiatan berupa pameran foto, performans, diskusi publik, serta lokakarya. Program ini digagas oleh Ahmad Amri Aliyyi dan dilaksanakan di lima wilayah Kota Makassar yang selama ini kerap terdampak fenomena geng motor, yaitu Kecamatan Rappocini, Mariso, Ujung Pandang, Mamajang, dan Manggala.
“Program ini bertujuan untuk memulihkan rasa aman warga di ruang publik Kota Makassar, membuka ruang dialog dan refleksi melalui seni, serta mendorong keterlibatan bersama antara warga dan pemerintah dalam menciptakan ruang kota yang aman dan ramah,” kata Inisiator dan Seniman Foto, Ahmad Amri Aliyyi, Selasa, 21 April.
Rangkaian kegiatan Trauma Kota telah dimulai sejak Februari 2026 melalui sejumlah proses kreatif, di antaranya lokakarya performans yang difasilitasi oleh Shinta Febriany, pengambilan foto oleh Ahmad Amri Aliyyi, serta serta kurasi foto oleh Arman Dewarti.
Fasilitator lokakarya, Shinta Febriany, menjelaskan bahwa para performer mempresentasikan gagasan tematik awal yang berangkat dari pengalaman personal, keresahan, maupun pengamatan mereka terhadap fenomena geng motor di Kota Makassar. Para peserta juga melakukan riset terhadap warga kota untuk menggali pengalaman dan pandangan mereka terkait fenomena tersebut. Hasil riset kemudian dielaborasi bersama untuk melihat bagaimana aksi kekerasan geng motor dapat membentuk trauma kolektif pada kota.
Dalam proses lokakarya, para peserta juga mendapatkan pengayaan mengenai berbagai bentuk performans, terutama yang menekankan praktik kolaboratif, interdisipliner, participatory, dan happening.
Proses tersebut menghasilkan lima karya seni performans, yaitu karya oleh Ahmad Amri Aliyyi, Sukarno Hatta, Nurul Inayah & Dwi Lestari Johan, Nirwana Aprianty, dan Dwi Saputra Mario.
Manajer produksi program, Widya Handayani, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian program Trauma Kota berlangsung pada 21 April hingga 13 Mei 2026 di lima kecamatan di Kota Makassar yang paling terdampak aksi kekerasan geng motor. Selain pameran dan performans akan dilaksanakan pula diskusi publik yang menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan, di antaranya Binmas Polsek Rappocini, Camat Mariso, Camat Ujung Pandang, Kapolsek Ujung Pandang, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Camat Mamajang, Kapolsek Manggala, para seniman, hingga korban kekerasan geng motor. (twk)
Jadwal Kegiatan Trauma Kota
- Kantor Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini
Pameran Foto: 21–23 April 2026 | 10.00–17.00 WITA
Diskusi Publik: 22 April 2026 | 10.00–12.00 WITA
Seni Performans: 22 April 2026 | 14.00–16.00 WITA - Sanang Space
Pameran Foto: 26–28 April 2026 | 10.00–21.00 WITA
Seni Performans: 27 April 2026 | 10.00–12.00 WITA
Diskusi Publik: 27 April 2026 | 15.30–17.30 WITA - Museum Kota Makassar
Pameran Foto: 1–3 Mei 2026 | 10.00–20.00 WITA
Diskusi Publik: 2 Mei 2026 | 10.00–12.00 WITA
Seni Performans: 2 Mei 2026 | 16.00–18.00 WITA - Mal Ratu Indah
Pameran Foto: 6–8 Mei 2026 | 10.00–21.00 WITA
Seni Performans: 7 Mei 2026 | 10.00–12.30 WITA
Diskusi Publik: 8 Mei 2026 | 15.30–17.30 WITA - Gori Artisan Building
Pameran Foto: 11–13 Mei 2026 | 10.00–21.00 WITA
Diskusi Publik: 12 Mei 2026 | 10.00–12.00 WITA
Seni Performans: 12 Mei 2026 | 20.00–21.00 WITA
Program Trauma Kota didukung oleh Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesiana, LPDP, Pemerintah Kota Makassar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Makassar, Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Kantor Kelurahan Ballaparang, Sanang Space, Museum Kota Makassar, Mal Ratu Indah, Gori Artisan Coffee, Sinema Rong Films, Toko Bangunan Amri, Kala Teater, Meditatif Films, Aruwa Studio, Sanggar Seni Sipakainge, Toko Bekal Hidup, Toko Dekat Rumah, Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan, Inprinity Digital Printing.
Tim Trauma Kota:
- Inisiator dan Seniman Foto
Ahmad Amri Aliyyi, S.Sn. - Fasilitator Lokakarya
Shinta Febriany, M.A. - Kurator Foto
Arman Dewarti, S.Sn. - Produser
Sukarno Hatta, M.M - Manjer Produksi
Widya Handayani, S.P. - Staf Produksi
Mega Herdiyanti, S.S. - Manajer Pameran
Muh. Imran S.Hum - Manajer Grafis
Dwi Sastra Mario, S.Hum - Manajer Logistik dan Perlengkapan
Achmad Dzulkifly Pratama Nur





