Dugaan praktik joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) terdeteksi di sejumlah kampus di Surabaya.
Hal itu diungkapkan dalam konferensi pers pelaksanaan UTBK hari pertama yang ditayangkan secara langsung oleh Youtube Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), pada Selasa (21/4/2026). Sejumlah kampus di Surabaya yang disebut terindikasi kasus joki yakni Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jatim (UPNVJ), Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Menanggapi hal tersebut, Pulung Siswantara Ketua Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol (PHMP) Unair mengatakan bahwa identitas peserta yang diduga joki telah terdeteksi sejak awal karena memiliki kemiripan dengan data peserta tahun sebelumnya.
“Fotonyа terindikasi sama dengan peserta tahun 2025, sehingga sudah kami waspadai. Namun, yang bersangkutan tidak hadir di lokasi ujian Unair,” katanya, Selasa (21/4/2026).
Secara umum, kata dia, pelaksanaan UTBK di Unair berjalan lancar tanpa temuan pelanggaran lain.
“Secara keseluruhan berjalan lancar sesuai aturan. Tidak ada pelanggaran lain, hanya yang kami waspadai dari data panitia pusat tersebut,” ucapnya.
Sementara itu, Martadi Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) juga menyatakan bahwa kasus joki tersebut terungkap setelah foto dan namanya tidak sesuai
“Karena ini mencurigakan, kok ada orang yang sama dengan nama yang berbeda mendaftar di tahun yang berbeda,” jelasnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, kampus memastikan data peserta tersebut tidak sesuai.
“Sekarang atas arahan dari teman-teman panitia pusat Jakarta, sedang diproses di kepolisian, sedang diberkas oleh kepolisian,” ucapnya.
Lebih lanjut, Nizwan Amin Staf Humas UPNVJ mengatakan bahwa kasus tersebut saat ini masih dalam proses internal dan peserta belum dipulangkan.
“Sementara kecurangan itu kami catat dalam berita acara dan sudah kami laporkan ke pusat. Saat ini masih kami proses secara internal,” katanya.
Dugaan praktik perjokian UTBK di Surabaya itu terdeteksi di UPNVJ setelah joki menggunakan identitas tidak sesuai saat mengikuti ujian sesi pertama di Gedung Research Center.
Kecurigaan tersebut muncul ketika pengawas mendapati peserta menunjukkan gelagat gelisah. Setelah diperiksa, ditemukan ketidaksesuaian antara identitas pada data resmi dengan peserta yang hadir. Meski foto pada data terlihat sama, orang yang mengikuti ujian diduga berbeda.
Sebagai tindak lanjut, temuan itu langsung dicatat dalam berita acara kecurangan dan dilaporkan ke panitia pusat UTBK untuk proses lanjutan.
Seperti diketahui, dari penelusuran awal, peserta yang diamankan di UPN diketahui memilih program studi kedokteran di Universitas Brawijaya (UB) Malang dan Universitas Jember (UNEJ), sementara yang diamankan di Unesa diketahui memilih kedokteran UM, dan Unair diketahui memilih UB Malang. (ris/saf/faz)




