BMKG Ingatkan Ancaman Gempa hingga M8,7 dan Tsunami di Selatan Jawa, Ini Penjelasannya

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Peta zona gempa megathrust yang dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) 20 Juni 2025 silam. Terdapat sebanyak 13 segmen megathrust di Indonesia dan potensi skalanya. (Sumber: BMKG)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - BMKG mengingatkan wilayah selatan Pulau Jawa, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berada di zona pertemuan lempeng aktif atau subduksi yang memiliki potensi gempa bumi kuat dan tsunami. 

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa informasi potensi tersebut tidak dapat diartikan sebagai prediksi kapan gempa akan terjadi.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Sleman BMKG, Ardhianto Septiadhi mengatakan, pemahaman terhadap potensi gempa menjadi langkah krusial dalam upaya pengurangan risiko bencana di wilayah rawan.

Baca Juga: Gempa M7,4 Guncang Honshu Jepang, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami di Indonesia

“Pemahaman terhadap potensi tersebut menjadi langkah penting dalam upaya pengurangan risiko bencana,” kata Ardhianto dalam keterangannya di Yogyakarta, Selasa (21/4/2026), dikutip dari Antara.

Gempa Tidak Bisa Diprediksi Secara Pasti

Ardhianto menegaskan, secara ilmiah gempa bumi hingga kini belum dapat diprediksi waktu kejadiannya secara pasti. 

Namun, potensi gempa di suatu wilayah tetap bisa dikaji melalui pendekatan riset dan teknologi kebumian.

Kajian tersebut dilakukan untuk memahami karakteristik sumber gempa, termasuk kekuatan maksimum yang mungkin terjadi, sehingga dapat menjadi dasar dalam perencanaan mitigasi bencana.

Salah satu hasil kajian menunjukkan adanya potensi gempa hingga Magnitudo 8,7 di zona subduksi selatan Jawa. 

Angka ini seringkali disalahartikan sebagai prediksi gempa besar dalam waktu dekat.

Padahal, menurut BMKG, estimasi magnitudo maksimum tersebut merupakan parameter ilmiah yang digunakan untuk kepentingan mitigasi, bukan untuk memperkirakan waktu kejadian.

Baca Juga: Gempa Bumi Berkekuatan M 7,4 Guncang Lepas Pantai Jepang, Peringatan Tsunami Dikeluarkan

“Angka ini merupakan parameter ilmiah untuk kepentingan mitigasi, bukan prediksi kejadian gempa dalam waktu dekat,” ujarnya.

Dalam kajian kegempaan, dikenal pula konsep periode ulang, yaitu perkiraan rata-rata waktu antar kejadian gempa besar pada suatu segmen megathrust.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Deni-Muliya

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV/Antara

Tag
  • BMKG
  • gempa selatan Jawa
  • megathrust Jawa
  • gempa DIY
  • tsunami selatan Jawa
  • zona subduksi Indonesia
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Momen Hari Kartini,  Sekjen PERBASI Sebut Indonesia Tidak Kekurangan Perempuan Hebat di Dunia Olahraga
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Gerakan Pengendalian Hama Padi Digencarkan di Karawang untuk Cegah Gagal Panen
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Habis Gelap, Terang Tak Kunjung Datang
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Puan Respons Feri Amsari dan Saiful Mujani Dilaporkan: Harus Bisa Jaga Etika dalam Memberikan Kritik
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Mardiono Tekankan Pentingnya Kedaulatan Rakyat dan Kemandirian Pangan
• 18 menit lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.