Wikimedia Didesak Daftar PSE karena Data Pribadi Pengguna RI bisa Terancam

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Pengamat telekomunikasi Heru Sutadi menilai Wikimedia harus mendaftarkan diri sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku untuk memastikan keamanan data pribadi pengguna, akuntabilitas platform, dan kepatuhan terhadap hukum nasional.

“Regulasi PSE menjadi instrumen penting untuk mendorong akuntabilitas. Platform global tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan internal, tetapi juga harus menyesuaikan diri dengan hukum lokal,” katanya di Jakarta, Selasa, 21 April 2026.

Baca Juga :
Penjelasan Mengejutkan Pakar Siber soal Blokir Wikipedia di Indonesia
Gen Z dan Milenial Simpan Data Super Rahasia di Digital, tapi Tak Sepenuhnya Aman

Menurut Heru, status Wikimedia sebagai organisasi nirlaba tidak menghapus kewajiban hukum untuk mendaftar sebagai PSE, karena platform tersebut tetap mengelola data, lalu lintas informasi, serta memiliki pengaruh besar terhadap publik.

Ia menjelaskan pendaftaran sebagai PSE penting untuk memastikan adanya standar minimum dalam perlindungan data pribadi, mekanisme pelaporan, koordinasi dengan otoritas nasional hingga keamanan siber.

Selain itu, jaminan transparansi soal kontributor dan proses konten dikurasi juga diperlukan untuk mencegah manipulasi informasi. “Tanpa registrasi, sulit memastikan sistem mereka memenuhi standar keamanan dan tata kelola yang berlaku di Indonesia,” ujar Heru.

Ia juga mengatakan, ketidakpatuhan Wikimedia terhadap regulasi nasional berpotensi menimbulkan risiko terkait perlindungan data dan transparansi pengelolaan konten.

Tanpa tunduk pada aturan yang berlaku, tidak ada jaminan perlindungan data pengguna sesuai standar Indonesia. Selain itu, transparansi moderasi konten juga berpotensi menjadi lemah, misalnya ketika penghapusan konten dilakukan sepihak tanpa mekanisme akuntabilitas yang jelas.

Lemahnya transparansi moderasi konten membuka peluang penyalahgunaan, termasuk praktik pihak tertentu yang mengendalikan narasi atau menjual jasa pembuatan konten.

“Ketiadaan kejelasan soal siapa kontributor dan bagaimana proses kurasi berjalan juga berisiko menciptakan disinformasi. Regulasi PSE hadir untuk meminimalkan celah-celah ini,” jelas dia.

Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute itu menambahkan, aturan PSE berperan untuk memperkuat penegakan hukum jika terjadi pelanggaran di wilayah Indonesia, sekaligus memastikan platform lebih bertanggung jawab terhadap konten yang beredar.

Terkait ultimatum pemerintah kepada Wikimedia, Heru memandang langkah tersebut perlu sebagai upaya menegakkan kedaulatan digital nasional. Ultimatum tersebut memberi pesan bahwa semua PSE harus transparan dan patuh terhadap regulasi nasional.

Baca Juga :
Fitur Login Wikimedia Dibatasi Pemerintah
Viral Petugas Kelurahan Posting Data Pribadi Rio Haryanto di Media Sosial
Mobil Anda Bisa Dikunci Hacker dari Jarak Jauh, Ini Ancamannya di 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terindikasi Haji Non-Prosedural, Imigrasi Tunda Keberangkatan 13 WNI
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Modus Kasus Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Beli Berulang Kali dan Ditimbun
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Persib Bermain Imbang 2-2 Lawan Dewa United, Bojan Hodak Soroti Kesalahan Timnya
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Bonek Gerah! Persebaya Hobi Berjudi dalam Rekrut Pemain Asing di Bursa Transfer, Hasilnya Zonk!
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Satgas Buka Peluang Jerat TPPU Pelaku Haji Ilegal, Maksimalkan Ganti Kerugian Jamaah
• 11 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.