Bisnis.com, GARUT - Pemerintah Kabupaten Garut mendorong percepatan pengembangan energi panas bumi sebagai sumber listrik berkelanjutan guna meningkatkan kontribusi daerah terhadap pasokan energi nasional.
Upaya ini mengemuka dalam pembahasan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia terkait rencana penambahan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di wilayah Garut beberapa waktu lalu.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyatakan, potensi panas bumi di daerahnya masih terbuka untuk dikembangkan. Penambahan pembangkit baru dinilai dapat memperkuat posisi Garut sebagai salah satu lumbung energi terbarukan di Jawa Barat sekaligus menopang kebutuhan listrik nasional yang terus meningkat.
“Informasi yang kami terima menunjukkan adanya peluang penambahan pembangkit listrik panas bumi di Garut. Ini penting untuk meningkatkan kontribusi daerah dalam penyediaan energi nasional,” ujar Syakur, Selasa (21/4/2028).
Secara geografis, Garut berada di jalur cincin api yang memiliki sumber daya panas bumi melimpah. Selama ini, beberapa wilayah telah dimanfaatkan sebagai lokasi pembangkitan listrik berbasis geothermal. Namun, kapasitas yang ada dinilai belum optimal dibandingkan potensi cadangan energi yang tersedia.
Syakur menilai, daerah dengan potensi besar seperti Garut berperan penting dalam mendorong bauran energi bersih nasional.
Baca Juga
- PGEO Mulai Proyek PLTP Lumut Balai Unit 4, Bidik Kapasitas 220 MW
- Pertamina Geothermal (PGEO) Mulai Garap PLTP Lumut Balai Unit 4, Beroperasi 2032
- Operasional PLTP Lahendong Tetap Normal usai Gempa Magnitudo 7,3 di Sulawesi Utara
Pengembangan PLTP tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas listrik, tetapi juga membuka peluang investasi serta penciptaan lapangan kerja di daerah. "Selain itu, energi panas bumi memiliki karakteristik stabil dan tidak bergantung pada cuaca, sehingga dapat menjadi penopang sistem kelistrikan jangka panjang," kata Syakur.
Dalam pembahasan beberapa waktu lalu pemerintah daerah juga menyoroti aspek pemerataan akses listrik. Masih terdapat sejumlah wilayah di Garut yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan listrik secara optimal.
Karena itu, dukungan dari pemerintah pusat dinilai krusial, terutama dalam bentuk program bantuan pemasangan listrik bagi rumah tangga.
Syakur menekankan, perlu adanya skema intervensi yang langsung menyasar masyarakat, sehingga manfaat pengembangan energi tidak hanya dirasakan pada level makro, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar warga.
“Selain pengembangan pembangkit, kami juga mendorong adanya bantuan pemasangan listrik bagi masyarakat. Ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan aktivitas ekonomi,” katanya.
Syakur menambahkan, penguatan infrastruktur kelistrikan di daerah dinilai memiliki efek berganda terhadap perekonomian lokal. Akses listrik yang memadai dapat mendorong tumbuhnya usaha kecil, meningkatkan produktivitas industri rumah tangga, serta memperluas peluang investasi di sektor riil.
Di sisi lain, pengembangan panas bumi tetap menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kebutuhan investasi besar, proses eksplorasi yang berisiko, hingga aspek perizinan dan lingkungan. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci untuk mempercepat realisasi proyek.
"Kami berharap, rencana penambahan PLTP dapat segera masuk tahap implementasi, sehingga kontribusi energi terbarukan dari daerah tersebut terus meningkat. Dengan potensi yang dimiliki, Garut dinilai mampu menjadi salah satu pusat pengembangan geothermal nasional sekaligus mendukung target bauran energi bersih Indonesia dalam jangka panjang," tutup Syakur.





