Jemaah Haji RI Harus Sempatkan ke Raudhah, Ini Alasannya

kumparan.com
15 jam lalu
Cover Berita

Jemaah Haji Indonesia tampaknya harus menyempatkan salat di Raudhah. Terletak di Masjid Nabawi, Madinah, titik ini bukan ruang ibadah biasa, namun menjadi titik temu sejarah spiritualitas, dan kerinduan umat kepada Nabi Muhammad.

Di area yang disebut sebagai taman surga ini, jejak kehidupan Rasulullah terasa begitu dekat. Di sana, terlihat makam nabi yang penuh penghormatan. Jemaah yang lewat tak sedikit yang menitikkan air mata. Salam terucap: Assalāmu ‘alayka yā rasūlallāh.

Selain itu, mimbar tempat nabi menyampaikan khutbah, hingga saf imam yang menjadi poros kepemimpinan salat berjamaah, tampak jelas terlihat. Tempat ini dihiasi karpet hijau, seperti taman yang indah.

Setiap sudutnya di ruangan itu seperti menyimpan makna yang melampaui kata, menghadirkan pengalaman batin yang sulit digambarkan.

Bagi para peziarah, memasuki Raudhah adalah momen yang dinanti sekaligus menggetarkan. Di kesibukan dunia, salat dan doa di tempat yang diyakini penuh keberkahan ini menjadi pengalaman yang luar biasa.

Melihat langsung makam Nabi, membayangkan khotbah yang pernah disampaikan dari mimbarnya, serta berdiri di belakang saf yang dulu dipimpin langsung oleh Rasulullah, begitu menyenangkan batin.

Ingin berlama-lama berada di Raudhah, namun tidak bisa. Askar atau polisi Saudi, yang menjaga berupaya memberikan kesempatan kepada semua pengunjung untuk salat di dalamnya, sehingga harus bergantian.

Masuk Raudhah Harus Pakai Nusuk

Masuk ke Raudhah, jemaah harus memiliki nusuk. Permintaan untuk masuk Raudhah bisa diakses melalui aplikasinya. Jemaah bisa memilih hari dan jam yang diinginkan untuk masuk ke area yang disebut mustajab ini.

Setelah punya akses di aplikasi nusuk, jemaah diarahkan untuk berbaris di depan pintu 37 untuk laki-laki. Kemudian pintu 25 khusus perempuan.

Petugas akan membagi waktu antar perempuan dan laki-laki. Sehingga tidak bersamaan saat ke Raudhah. Askar pun menjaga ketat area ini.

Setelah masuk, jemaah bisa melaksanakan salat sunah, Ziarah ke makam Nabi Muhammad, Abu Bakar Ash-Shiddiq, dan Umar bin Khattab.

"Kenapa Rahdhah itu memiliki keistimewaan yang luar biasa, sehingga orang yang datang ke Madinah itu salah satunya yang dituju adalah Raudhah? Pertama, Raudhah secara historis punya keistimewaan yang luar biasa. Disampaikan oleh Rasulullah SAW, bahwa Raudhah itu berarti taman, yang mana disebutkan oleh Rasulullah bahwa tempat tersebut adalah salah satu taman dari taman-taman surga," kata Pembimbing Ibadah yang tergabung dalam PPIH, Anis Diyah Puspita, di Madinah, Selasa (21/4).

"Kedua, Raudhah berada di antara mimbar dan makam Rasulullah, yang mana makam Rasul itu sendiri bagian dari Raudhah, pada saat Rasulullah masih hidup itu adalah rumah beliau. Yang mana di tempat itu pula Rasulullah sering melakukan halaqoh dengan para sahabat," sambungnya.

"Disebutkan juga bahwa salat di Raudhah itu pahalanya setara dengan haji yang diterima artinya haji yang mabrur. Terakhir, berdoa di Raudhah insyallah dikabulkan oleh Allah. Jadi memang sejarahnya luar biasa baik dari hadist maupun secara historicalnya punya nilai yang istimewa," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Periksa Polisi-Jaksa soal Pemberian THR dari Bupati Rejang Lebong
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Selat Hormuz Ditutup, Negosiasi Ditinggalkan—Iran Resmi Masuk Mode Konflik?
• 5 jam laluerabaru.net
thumb
Empat Remaja Pencuri Motor di Tangerang Ditangkap, Ditemukan Senpi Rakitan
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Fenomena April Rebound: Musiman IHSG Menguat, tapi 2026 Dibayangi Perang di Iran
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Pakar Hukum Ubaya Ungkap Dampak UU PPRT bagi Pekerja Rumah Tangga
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.