Bulog Sumut Intensifkan Koordinasi untuk Jaga Ketersediaan MinyaKita

republika.co.id
13 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN, – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara mengintensifkan koordinasi dengan pemangku kepentingan untuk menjaga pasokan minyak goreng merek MinyaKita di pasar. Langkah ini dilakukan menyusul adanya keterbatasan pasokan yang dirasakan masyarakat di Medan.

Budi Cahyanto, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, menyatakan pihaknya terus menjalin komunikasi dengan pemerintah provinsi dan para produsen. "Kami terus berkoordinasi untuk mencari penyebab keterbatasan pasokan di pasar," ujarnya di Medan, Selasa.

Koordinasi ini dinilai penting untuk memastikan ketersediaan minyak goreng sebagai salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Budi menambahkan, seharusnya tidak terjadi kekurangan karena Bulog telah menyerap hingga jutaan liter untuk bantuan pangan. Namun, realisasi penyerapan minyak di Sumut masih di bawah 35 persen dari total.

Bulog juga berupaya menjaga stabilitas harga dengan menyalurkan MinyaKita ke berbagai pasar. Pada periode Januari hingga Maret, Bulog telah menyalurkan total dua juta liter atau sekitar 80 ribu liter per hari ke pasar.

Terkait harga, Budi mengakui masih ada pasar di Sumut yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. "Untuk penyaluran MinyaKita, kami memastikan harga sesuai HET dan terus berupaya menjangkau seluruh pasar di Sumut," tegasnya.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Benarkah Zat Besi Tak Lagi Penting Setelah Usia 2 Tahun?
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Bagaimana Predator Manfaatkan Aplikasi ”Chat” untuk Perdagangkan Konten Anak?
• 8 jam lalukompas.id
thumb
Purbaya soal Rencana Pajak Marketplace: Supaya Pedagang Pasar Tradisional Bisa Bersaing
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Bicara di GPIB Paulus, Megawati Merasa Khawatir Nilai Pancasila Mulai Dilupakan
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
8 Kontribusi Budaya Persia Kuno dalam Kehidupan Kita Sehari-hari
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.