Penjualan Ritel di Bali Tumbuh 5,1% Berkat HBKN

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, DENPASAR – Bank Indonesia mencatat penjualan eceran di Provinsi Bali pada bulan Maret 2026 masih terus bertumbuh secara tahunan. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali sebesar 123,8 atau secara tahunan tumbuh 5,1% (year-on-year/yoy), dan masih berada di level optimis (>100).

IPR Bali secara bulanan turut meningkat sebesar 0,5% (month-to-month/mtm) seiring dengan adanya Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi dan Idulfitri.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja menjelaskan rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi barang-barang ritel seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) kendaraan bermotor, pakaian, serta makanan dan minuman.

Berdasarkan komponen pembentuknya, 6 sub sektor pembentuk IPR dengan pertumbuhan bulanan tertinggi ada pada kategori barang lainnya (farmasi, kosmetik, elpiji rumah tangga, dan barang kimia untuk rumah tangga) dengan peningkatan sebesar 2,4% (mtm).

Kemudian Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kendaraan bermotor dengan peningkatan sebesar 1,5% (mtm), peralatan informasi dan komunikasi dengan peningkatan sebesar 1,5% (mtm), sandang dengan peningkatan sebesar 1,2% (mtm).

Kemudian barang budaya dan rekreasi (mainan anak-anak, kertas, karton, alat tulis, alat olahraga, dan alat musik) dengan peningkatan sebesar 1,2% (mtm), serta makanan, minuman dan tembakau dengan peningkatan sebesar 0,8% (mtm).

Baca Juga

  • Koster Teken Kesepakatan Pembangunan Pembangkit Sampah di Bali
  • Babi Guling Depot Betty 25 Tahun Bertahan, Adopsi Digitalisasi Ikuti Zaman
  • Luncurkan KKI Online, BPD Bali Jadi Pionir Bank Daerah

"Tingkat konsumsi yang tumbuh terkendali tercermin dari inflasi tahunan pada bulan Maret 2026 sebesar 2,81% (yoy). Tingkat inflasi tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi Indonesia sebesar 2,5±1%, dengan target kisaran inflasi berada di antara 1,5% hingga 3,5%. Data Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT) berkaitan dengan perkembangan kredit tahunan pada Lapangan Usaha (LU) Perdagangan hingga Februari 2026 turut menunjukkan peningkatan sebesar 1,46% (yoy)," kata Erwin Rabu (22/4/2026).

Berlanjutnya prospek positif penjualan ritel di Bali terlihat dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP). IEP menggambarkan keyakinan pelaku usaha terhadap kinerja penjualan dalam jangka pendek hingga menengah.

Para responden memperkirakan penjualan dalam 3 bulan yang tercermin dari IEP Mei 2026 sebesar 174, lebih tinggi dari IEP April 2026 sebesar 170.

Di sisi lain, prakiraan penjualan dalam 6 bulan ke depan, tepatnya pada Agustus 2026 sebesar 194, lebih tinggi dibandingkan IEP Juli 2026 sebesar 184.

Kedua IEP berada di zona optimis (IEP > 100). Demi menjaga stabilitas ekonomi domestik, Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga kebijakan di bulan Maret 2026.

Lebih lanjut, pemerintah melanjutkan kebijakan subsidi BBM untuk mendukung pertumbuhan perekonomian. Lebih lanjut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali terus mengimplementasikan operasi pasar murah bagi komoditas strategis.

Bank Indonesia Provinsi Bali bersama TPID baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota terus berupaya untuk menjaga kestabilan harga, melindungi daya beli masyarakat, dan memastikan agar perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Catut Nama Menko Pangan, Akun Penyebar Kutipan Palsu Zulhas Dipolisikan
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Kartini Ride Srikandi PLN, Kampanye Hijau dan Aksi Sosial
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Bareskrim Sita 56.557 iPhone & 1.625 Hp Android saat Geledah Gudang di Jakut
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
AHY Bakal Bangun dan Reaktivasi 14 Ribu Km Jalur Kereta Api
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Purbaya Tolak Pinjaman IMF dan Bank Dunia, APBN Indonesia Masih Aman
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.