Kemenpar dan Swisscontact perkuat SDM di Poltekpar

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan Swisscontact dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata melalui penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi khususnya di lingkungan Politeknik Pariwisata (Poltekpar).

“Oleh karena itu, penting bagi seluruh pihak untuk memastikan kerja sama yang terjalin dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dalam memasuki dunia kerja, khususnya di sektor pariwisata," kata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar Martini Mohamad Paham dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Martini mengatakan Poltekpar memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang terampil, adaptif, dan berdaya saing, sehingga mampu terserap secara optimal di dunia industri.

Baca juga: Kemenpar gelar pelatihan untuk perkuat kapasitas ASN

Kementerian Pariwisata menegaskan upaya tersebut melalui partisipasi Kementerian Pariwisata dalam kegiatan Steering Committee Meeting yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan vokasi yang terintegrasi dan relevan dengan kebutuhan industri pariwisata.

Kegiatan Steering Committee Meeting dihadiri oleh sejumlah mitra strategis, antara lain perwakilan SECO Indonesia, Perhimpunan Praktisi Vokasi Sistem Ganda Indonesia, Wise Steps Foundation, serta pimpinan dan jajaran Poltekpar.

Dalam forum tersebut, sejumlah pihak memaparkan capaian program kerja sama yang telah berjalan serta rencana program ke depan yang mencakup berbagai pendekatan inovatif dalam pendidikan vokasi. Program tersebut meliputi Industry Based Curricula, Industry Based Learning, Project Based Learning, Adult Learning Program, hingga Young Professional Program.

Baca juga: Kemenpar dorong Kartini masa kini dalam gastronomi Indonesia

Ia mengatakan seluruh program dirancang untuk memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, sekaligus meningkatkan kesiapan kerja lulusan.

Pertemuan ini juga menekankan pentingnya institusionalisasi program kerja sama di lingkungan Poltekpar, agar kolaborasi yang telah terbangun dapat berkelanjutan dan menjadi bagian integral dari sistem pendidikan vokasi pariwisata di Indonesia.

Kerja sama antara Kementerian Pariwisata dan Swisscontact telah berlangsung sejak 2018, dan saat ini memasuki fase kedua yang berjalan pada periode 2024 hingga 2027.

Baca juga: Menpar nilai Bali Spirit Festival tunjukkan KI asal RI berkelas dunia

Fase ini diarahkan untuk memperluas dampak program, memperkuat kualitas implementasi, serta memastikan keberlanjutan hasil yang telah dicapai.

Martini menegaskan penguatan komitmen seluruh Poltekpar menjadi kunci dalam mendorong transformasi pendidikan vokasi pariwisata yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada dampak.

“Langkah ini penting untuk mempercepat pengembangan SDM unggul yang mampu mendukung pariwisata Indonesia yang berkelanjutan dan berdaya saing global,” ujarnya.

Baca juga: Kemenpar-BPOLBF dorong aspek keamanan wisata bahari di Labuan Bajo

Baca juga: Kemenpar dorong penguatan konten kreatif untuk citra pariwisata daerah


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kawal MBG di Raja Ampat, Wapres minta petugas SPPG evaluasi SOP
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Setelah 22 Tahun Lebih, UU PPRT Disahkan, Bukti Keberpihakan Pemerintah Melindungi Pekerja Kecil
• 10 jam laludisway.id
thumb
Menuju Standar OECD, Pemerintah Siap Sederhanakan Aturan Investasi
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
MSCI Akui Reformasi Pasar Modal RI, OJK Genjot Transparansi & Free Float
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Unesa Bongkar Praktik Joki UTBK, Satu Foto Peserta Ada di Dua SNBT Berbeda
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.