Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan Swisscontact dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata melalui penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi khususnya di lingkungan Politeknik Pariwisata (Poltekpar).
“Oleh karena itu, penting bagi seluruh pihak untuk memastikan kerja sama yang terjalin dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dalam memasuki dunia kerja, khususnya di sektor pariwisata," kata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar Martini Mohamad Paham dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Martini mengatakan Poltekpar memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang terampil, adaptif, dan berdaya saing, sehingga mampu terserap secara optimal di dunia industri.
Baca juga: Kemenpar gelar pelatihan untuk perkuat kapasitas ASN
Kementerian Pariwisata menegaskan upaya tersebut melalui partisipasi Kementerian Pariwisata dalam kegiatan Steering Committee Meeting yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan vokasi yang terintegrasi dan relevan dengan kebutuhan industri pariwisata.
Kegiatan Steering Committee Meeting dihadiri oleh sejumlah mitra strategis, antara lain perwakilan SECO Indonesia, Perhimpunan Praktisi Vokasi Sistem Ganda Indonesia, Wise Steps Foundation, serta pimpinan dan jajaran Poltekpar.
Dalam forum tersebut, sejumlah pihak memaparkan capaian program kerja sama yang telah berjalan serta rencana program ke depan yang mencakup berbagai pendekatan inovatif dalam pendidikan vokasi. Program tersebut meliputi Industry Based Curricula, Industry Based Learning, Project Based Learning, Adult Learning Program, hingga Young Professional Program.
Baca juga: Kemenpar dorong Kartini masa kini dalam gastronomi Indonesia
Ia mengatakan seluruh program dirancang untuk memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, sekaligus meningkatkan kesiapan kerja lulusan.
Pertemuan ini juga menekankan pentingnya institusionalisasi program kerja sama di lingkungan Poltekpar, agar kolaborasi yang telah terbangun dapat berkelanjutan dan menjadi bagian integral dari sistem pendidikan vokasi pariwisata di Indonesia.
Kerja sama antara Kementerian Pariwisata dan Swisscontact telah berlangsung sejak 2018, dan saat ini memasuki fase kedua yang berjalan pada periode 2024 hingga 2027.
Baca juga: Menpar nilai Bali Spirit Festival tunjukkan KI asal RI berkelas dunia
Fase ini diarahkan untuk memperluas dampak program, memperkuat kualitas implementasi, serta memastikan keberlanjutan hasil yang telah dicapai.
Martini menegaskan penguatan komitmen seluruh Poltekpar menjadi kunci dalam mendorong transformasi pendidikan vokasi pariwisata yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada dampak.
“Langkah ini penting untuk mempercepat pengembangan SDM unggul yang mampu mendukung pariwisata Indonesia yang berkelanjutan dan berdaya saing global,” ujarnya.
Baca juga: Kemenpar-BPOLBF dorong aspek keamanan wisata bahari di Labuan Bajo
Baca juga: Kemenpar dorong penguatan konten kreatif untuk citra pariwisata daerah
“Oleh karena itu, penting bagi seluruh pihak untuk memastikan kerja sama yang terjalin dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dalam memasuki dunia kerja, khususnya di sektor pariwisata," kata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar Martini Mohamad Paham dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Martini mengatakan Poltekpar memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang terampil, adaptif, dan berdaya saing, sehingga mampu terserap secara optimal di dunia industri.
Baca juga: Kemenpar gelar pelatihan untuk perkuat kapasitas ASN
Kementerian Pariwisata menegaskan upaya tersebut melalui partisipasi Kementerian Pariwisata dalam kegiatan Steering Committee Meeting yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan vokasi yang terintegrasi dan relevan dengan kebutuhan industri pariwisata.
Kegiatan Steering Committee Meeting dihadiri oleh sejumlah mitra strategis, antara lain perwakilan SECO Indonesia, Perhimpunan Praktisi Vokasi Sistem Ganda Indonesia, Wise Steps Foundation, serta pimpinan dan jajaran Poltekpar.
Dalam forum tersebut, sejumlah pihak memaparkan capaian program kerja sama yang telah berjalan serta rencana program ke depan yang mencakup berbagai pendekatan inovatif dalam pendidikan vokasi. Program tersebut meliputi Industry Based Curricula, Industry Based Learning, Project Based Learning, Adult Learning Program, hingga Young Professional Program.
Baca juga: Kemenpar dorong Kartini masa kini dalam gastronomi Indonesia
Ia mengatakan seluruh program dirancang untuk memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, sekaligus meningkatkan kesiapan kerja lulusan.
Pertemuan ini juga menekankan pentingnya institusionalisasi program kerja sama di lingkungan Poltekpar, agar kolaborasi yang telah terbangun dapat berkelanjutan dan menjadi bagian integral dari sistem pendidikan vokasi pariwisata di Indonesia.
Kerja sama antara Kementerian Pariwisata dan Swisscontact telah berlangsung sejak 2018, dan saat ini memasuki fase kedua yang berjalan pada periode 2024 hingga 2027.
Baca juga: Menpar nilai Bali Spirit Festival tunjukkan KI asal RI berkelas dunia
Fase ini diarahkan untuk memperluas dampak program, memperkuat kualitas implementasi, serta memastikan keberlanjutan hasil yang telah dicapai.
Martini menegaskan penguatan komitmen seluruh Poltekpar menjadi kunci dalam mendorong transformasi pendidikan vokasi pariwisata yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada dampak.
“Langkah ini penting untuk mempercepat pengembangan SDM unggul yang mampu mendukung pariwisata Indonesia yang berkelanjutan dan berdaya saing global,” ujarnya.
Baca juga: Kemenpar-BPOLBF dorong aspek keamanan wisata bahari di Labuan Bajo
Baca juga: Kemenpar dorong penguatan konten kreatif untuk citra pariwisata daerah





