UNM–Pemkab Maros Perkuat Sinergi, Dorong Dampak Nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAROS – Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) menggelar Program Pengabdian kepada Masyarakat Terpadu (PKM-T) di Kabupaten Maros sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Maros, Chaidir Syam, dan dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNM Prof Farida Patittingi, Sekretaris LP2M UNM Prof Amirullah, serta Ketua Panitia Didin Halim. Turut hadir jajaran pimpinan fakultas, dosen pengabdi, dan Ketua IKA UNM Cabang Maros.

Bupati Maros, Chaidir Syam, menilai pelaksanaan PKM Terpadu UNM merupakan bentuk sinergi positif antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan masyarakat.

“Pemkab Maros melihat sinergi yang terjalin selama ini telah memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Kabupaten Maros,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Rektor UNM, Prof Farida Patittingi, menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian integral dari peran perguruan tinggi.

“Melalui kegiatan ini, UNM berkomitmen menghadirkan program-program yang relevan, inovatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Sekretaris LP2M UNM, Prof Amirullah, menambahkan bahwa program PKM Terpadu tahun 2026 dirancang secara kolaboratif guna memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.

“Program ini disusun berbasis kebutuhan lokal dan melibatkan berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” katanya.

Ketua Panitia, Didin Halim, melaporkan bahwa kegiatan PKM Terpadu tahun ini melibatkan 48 dosen pengabdi dengan 16 judul program yang dilaksanakan secara terstruktur di berbagai lokasi mitra.

Lokasi kegiatan mencakup enam titik kemitraan di sektor pendidikan, melibatkan siswa dan guru tingkat SMP, SMA, dan MAN di sejumlah kecamatan di Kabupaten Maros, termasuk Kecamatan Bontoa.

Selain itu, terdapat tiga lokasi mitra berbasis masyarakat di Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, yang difokuskan pada pemberdayaan masyarakat melalui program-program aplikatif sesuai kebutuhan lokal.

Didin juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maros atas dukungan dan kolaborasi yang diberikan. “Kami berharap kemitraan ini terus diperkuat, serta mampu mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.

Rangkaian PKM Terpadu ini mencakup berbagai bidang strategis, seperti pelatihan peningkatan kompetensi guru, pengembangan usaha mikro dan ekonomi kreatif, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran dan kewirausahaan.

Melalui pendekatan partisipatif, program ini melibatkan aktif masyarakat, siswa, dan tenaga pendidik, dengan fokus pada keberlanjutan setelah program berakhir.

Kegiatan ini juga menjadi ruang pengabdian kontekstual bagi civitas akademika UNM dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan ke dalam situasi nyata. Dengan demikian, PKM Terpadu tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat kompetensi dan kepekaan sosial dosen serta mahasiswa. (wid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejari Geledah Kantor Disnaker Cimahi, Usut Dugaan Korupsi Program Pelatihan
• 31 menit lalurctiplus.com
thumb
68 Kloter Jabar Terbang Bertahap, Kemenhaj Andalkan Skema One Stop Service
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Harga Emas Antam Anjlok Rp 50 Ribu Jadi Rp 2,83 Juta/Gram, Galeri24 Rp 2,87 Juta
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
10.778 Produk Kantongi Sertifikat Halal, Wawali Makassar Genjot UMKM Naik Kelas
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Harga CPO-Batu Bara Kompak Menguat, Timah Anjlok 1,49 Persen
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.