Kenali Modus Ganjal Mesin ATM dan Cara Menghindarinya

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

KOMPAS.com - Polisi mengungkap kasus pencurian dengan modus ganjal kartu ATM yang terjadi di Cipayung, Jakarta Timur.

Dalam kasus ini, korban kehilangan uang hingga ratusan juta rupiah setelah menjadi sasaran komplotan yang membuat kartu ATM tersangkut di mesin dan mencuri PIN korban.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Bayu Kurniawan menjelaskan, empat pelaku berinisial HF, A, AT, dan D telah ditangkap di Jatisampurna, Bekasi. Salah satu di antaranya diketahui merupakan residivis kasus serupa.

“Dana korban yang hilang tanpa sepengetahuannya itu sebesar Rp 274 juta,” ujar Bayu, Rabu (22/4/2026).

Baca juga: Kasus di Tangsel Jadi Pelajaran, Ini Bahaya Cicil Rumah Tanpa AJB

Kartu Dibuat Tersangkut, Pelaku Hafalkan PIN ATM Korban

Kejadian bermula saat korban hendak menarik uang di ATM sebuah minimarket di Cipayung. Saat kartu dimasukkan, mesin dibuat seolah-olah bermasalah hingga kartu tersangkut.

Dalam kondisi tersebut, pelaku mendekati korban dan berpura-pura membantu. Salah satu pelaku kemudian mengarahkan korban untuk kembali memasukkan PIN, yang ternyata diamati dan dihafal.

Pelaku lain berpura-pura menjadi nasabah dan menyarankan korban untuk melapor ke bank, sehingga korban meninggalkan mesin ATM.

Pada saat itu, pelaku lain mengambil kartu yang tersangkut dan kemudian melakukan transaksi pengurasan dana.

Baca juga: Belajar dari Kasus Daan Mogot Jakbar, Bisakah Polisi Geledah Tanpa Bukti?

Kasus Serupa Juga terjadi di Wilayah Lain

Tidak hanya di Jakarta Timur, kasus serupa sebelumnya juga terjadi di sebuah minimarket kawasan Bogor Nirwana Residence (BNR), Bogor Selatan.

Pelaku berpura-pura membantu korban yang kartunya bermasalah. Lalu menukar kartu ATM milik tanpa disadari karena bentuknya mirip.

Korban baru menyadari kehilangan saldo setelah melakukan pengecekan rekening di rumah.

Baca juga: “Harapan Saya, Tolong Semua Guru di Negara Ini Disejahterakan”

Tips Menghindari Modus Ganjal ATM

Agar tidak menjadi korban, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat bertransaksi di mesin ATM karena pelaku umumnya bekerja dengan pola manipulasi situasi dan psikologis korban.

  1. Gunakan ATM di Lokasi Aman dan Ramai
    Pilih ATM yang berada di dalam minimarket besar, kantor bank, atau lokasi dengan petugas keamanan dan CCTV aktif.
    Hindari ATM di lokasi sepi, gelap, atau minim pengawasan, terutama pada jam-jam tertentu.

  2. Periksa Kondisi Mesin ATM Sebelum Digunakan
    Sebelum memasukkan kartu, pastikan slot kartu tidak terdapat benda asing, lem, atau alat ganjal yang mencurigakan.
    Jika kartu terasa sulit masuk atau mesin terlihat tidak normal, segera batalkan transaksi dan pindah ke ATM lain. Jangan memaksakan penggunaan mesin yang mencurigakan.

  3. Lindungi PIN dengan benar saat transaksi
    Saat memasukkan PIN, tutupi keypad menggunakan tangan agar tidak terlihat kamera CCTV atau orang di sekitar.
    Waspadai juga orang yang berdiri terlalu dekat atau memperhatikan gerak tangan saat transaksi berlangsung.

  4. Jangan Mudah Percaya Orang yang Tiba-tiba Membantu
    Pelaku biasanya berpura-pura menjadi penolong saat korban mengalami kendala.
    Dalam situasi seperti kartu tersangkut atau mesin error, sebaiknya tidak menerima bantuan dari orang tidak dikenal.
    Segera hubungi petugas keamanan resmi atau pihak bank melalui layanan resmi.

  5. Jangan tinggalkan kartu ATM di mesin
    Jika kartu tersangkut, jangan langsung meninggalkan lokasi. Tetap berada di tempat dan segera hubungi satpam atau call center bank.
    Banyak kasus terjadi karena korban meninggalkan kartu sehingga pelaku lebih mudah mengambil alih.

    .ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

  6. Pertimbangkan Transaksi Digital atau Cardless
    Untuk mengurangi risiko, masyarakat dapat memanfaatkan layanan transaksi tanpa kartu (cardless) melalui aplikasi perbankan resmi.
    Cara ini lebih aman karena tidak melibatkan kartu fisik yang bisa dimanipulasi.

Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada imbauan transfer, hadiah, atau bantuan dari orang tidak dikenal yang mengarahkan transaksi di sekitar mesin ATM.

(Reporter: Febryan Kevin Candra Kurniawan, Regi Pratasyah Vasudewa)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WNA Asal Inggris Meninggal di Kamar Mandi Ruang Detensi Imigrasi Depok
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Jerman Akan Kirim 3 Kapal ke Selat Hormuz untuk Misi Keamanan
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Belajar Kasus Daan Mogot Jakbar, Bisakah Polisi Geledah Tanpa Bukti?
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Dugaan Buzzer RSUP Djamil, Keluarga Alceo Buka Suara
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Polda Sumut Selidiki Aliran Dana Jemaat Rp 28 M yang Ditilap Eks Pejabat BNI
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.