REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tekanan kian memuncak di kubu Chelsea FC setelah rentetan hasil buruk yang memukul ambisi mereka di Liga Primer Inggris musim ini. Pelatih Liam Rosenior melontarkan kritik tajam kepada para pemain usai kekalahan telak 0-3 dari Brighton & Hove Albion, Rabu (22/4/2026) dini hari WIB.
Kekalahan tersebut memperpanjang tren negatif Chelsea yang kini menelan lima kekalahan beruntun tanpa mencetak satu gol pun. Ini catatan terburuk klub sejak 1912. Harapan untuk menembus zona Liga Champions UEFA pun kian menipis.
Baca Juga
Jadwal Liga Inggris: MU Tantang Chelsea dalam Misi Kembali ke Jalur Kemenangan
Chelsea Perpanjang Kontrak Moises Caicedo Sampai 2033
Lini Belakang MU tanpa Harry Maguire Hadapi Chelsea
Rosenior, yang sebelumnya dikenal enggan mengkritik pemain di ruang publik, kali ini tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Ia menilai performa timnya jauh dari standar klub.
“Saya telah membela para pemain pada saat-saat tertentu ketika itu hal yang benar, tetapi saya tidak dapat membela penampilan yang ini,” ujarnya dikutip Reuters.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ia menegaskan, penampilan di lapangan sama sekali tidak mencerminkan identitas Chelsea. Rosenior meminta pasukannya harus berubah.
Rosenior juga menyoroti aspek mendasar yang menurutnya diabaikan para pemain. Lebih jauh, pelatih berusia 41 tahun itu mengaku berada di titik frustrasi tertinggi.
“Saya merasa mati rasa, saya sangat marah. Sesuatu perlu diubah secara drastis sekarang juga. Profesionalisme tidak ada,” keluhnya.