Copet Ponsel yang Diarak Keliling Tanah Abang Tak Ditahan

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - ES, perempuan pencopet ponsel milik pembeli di Tanah Abang, Jakarta Pusat, tak ditahan usai diarak keliling Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) depan Stasiun Tanah Abang.

Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo menyampaikan, usai tertangkap, ES dibawa ke kantor pengelola JPM Tanah Abang.

Untuk memberikan efek jera, pengelola meminta agar ES diarak mengelilingi JPM dengan dikalungi tulisan "Saya Copet".

Baca juga: Anggota Polsek Cimanggis Jadi Saksi di Sidang Kasus Korupsi Bupati Bekasi Ade Kuswara

"Setelah itu pelaku dipulangkan oleh pihak pengelola JPM," jelas Dhimas saat dikonfirmasi Kompas.com lewat pesan singkat, Selasa.

Dhimas menjelaskan, ES dilepas usai korban tidak ingin membuat laporan polisi karena terburu-buru naik kereta untuk pulang kampung.

Barang bukti berupa iPhone 10 yang dicuri ES kemudian dikembalikan kepada korban.

Dhimas menyebutkan, peristiwa pencopetan terjadi di JPM depan Stasiun Tanah Abang, pada Senin (20/4/2026).

"Kejadian pada Senin (20/4/2026) sekitar jam 16.00 WIB. Korban seorang ibu-ibu yang sedang berbelanja di Tanah Abang," ujarnya.

Saat itu, ponsel milik korban yang berada di dalam tasnya tiba-tiba hilang.

Korban kemudian mencurigai ES yang berada di dekatnya dan mengejar perempuan tersebut.

Dengan bantuan dua petugas keamanan, ES akhirnya berhasil diamankan sampai akhirnya diarak mengelilingi JPM.

Baca juga: Dishub Sidak Trotoar Senopati Jaksel, Mobil Parkir Sembarangan Langsung Ditertibkan

Sebelumnya, seorang perempuan yang diduga mencopet ponsel milik pembeli di Tanah Abang, Jakarta Pusat, diarak massa sambil dikalungi tulisan “Saya Copet”.

Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah videonya beredar pada Selasa (21/4/2026).

Dilansir dari unggahan akun Instagram @jabodetabek24info, terlihat seorang wanita berbaju hitam dengan rambut dikuncir diarak sejumlah petugas keamanan dan warga.

Wanita itu tampak memakai kalung dari map bertuliskan "Saya Copet". Ia juga terlihat berkali-kali menutupi wajahnya dengan kedua tangan, namun sempat dihalangi petugas keamanan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sejumlah warga, termasuk ibu-ibu yang berada di lokasi, terlihat merekam kejadian tersebut.

(Penulis: Dian Erika)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Studi Celios: Kekayaaan 50 Orang Paling Tajir di RI Setara 55 Juta Penduduk
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Di Balik UTBK 2026, Ada Orangtua yang Rela Tinggalkan Kerja demi Dampingi Anak
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Korban Investasi Kripto Timothy Ronald Datangi PMJ, Ngeluh Laporan Belum Ada Perkembangan
• 15 jam laludisway.id
thumb
BNI Janji Akan Kembalikan Dana Umat Gereja Paroki Aek Nabara, Kapan?
• 13 jam lalucumicumi.com
thumb
Ekspor 24 Ton Gula Kelapa UMKM ke Ghana Tembus Rp1,1 Miliar Lewat Kolaborasi Kementerian UMKM dan Sippo
• 4 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.