MINE Pastikan Kebijakan Pemangkasan RKAB Nikel Tak Berdampak ke Bisnis

idxchannel.com
16 jam lalu
Cover Berita

Namun, MINE menekankan bakal mewaspadai dinamika pasar dan penyesuaian kebijakan pemerintah.

MINE Pastikan Kebijakan Pemangkasan RKAB Nikel Tak Berdampak ke Bisnis. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Operasional bisnis PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) disebut tidak terdampak kebijakan pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

Portofolio bisnis perseroan yang berkaitan dengan jasa penunjang pertambangan dan penggalian dianggap mapan sehingga bisa menghindari tekanan bisnis akibat dinamika produksi nikel.

Baca Juga:
Laba MINE Susut 34 Persen pada 2025, Ini Penyebabnya

"Penurunan RKAB yang dari dulu 370 juta ton di tahun 2025 menjadi 260 juta ton di 2026, untuk saat ini belum berpengaruh di perseroan kami karena kami memiliki kontrak jangka menengah dan jangka panjang hingga sampai sampai 5 tahun," kata Direktur Operasional MINE, Ade Irawan, dalam paparan publik perseroan di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Ade mengatakan sejauh ini belum ada penyesuaian dalam hal volume. Produksi dari setiap kilen MINE sudah menandatangani kontrak kerja sama, baik untuk jasa transportasi tambang hingga penggalian.

Baca Juga:
Sinar Terang Mandiri (MINE) Tetapkan Dividen Tunai Rp60,23 Miliar

Meski demikian, Ade menekankan bakal mewaspadai dinamika pasar dan penyesuaian kebijakan pemerintah. Perseroan tidak menafikan adanya isu penurunan produksi nikel, terlebih surplus pasokan yang terjadi di pasaran China.

"Tentunya dengan peraturan dari pemerintah ini, kami akan memonitoring setiap saat dan mengantisipasi jika sudah ada dampaknya terhadap perseroan kami," tuturnya.

Baca Juga:
Isu IPO Gayo Mineral Mencuat, Ini Jawaban DEWA

Perlu diketahui, sepanjang periode 2025, perseroan berhasil mencatat capaian yang baik kendati harus menghadapi kompleksitas industri tambang dan ekonomi global. Pendapatan MINE tercatat meningkat 11,8 persen menjadi Rp2,36 triliun jika dibandingkan dengan raihan 2024.

Kenaikan tersebut ditopang oleh kontribusi dua lini pendapatan baru, yakni proyek pembangunan jalan dari PT Erabaru Timur Lestari dan proyek penambangan yang dikelola oleh PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), yang secara signifikan memperkokoh portofolio bisnis perusahaan.

Pada tahun ini, perseroan tetap agresif dalam menjaring kontrak baru, di samping terus memelihara kepercayaan klien yang telah terjalin serta melakukan pengembangan lini bisnis demi meningkatkan daya saing dan memperbesar peluang pertumbuhan.

Meski begitu ada koreksi dari sisi laba bersih yang menyusut pada 2025. Pada 2024 tembus Rp306,1 miliar, dan turun menjadi Rp202,029 miliar di 2025. Beban operasional dari penggarapan proyek besar dinilai berkontribusi pada penurunan laba tersebut.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Asia Timur Panas, Taiwan Gelar Latihan Militer di Laut China Selatan
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Rencana Penambahan Jet Tempur Rafale Dikonfirmasi, Pemerintah Diminta Lebih Transparan
• 21 jam lalukompas.id
thumb
Dewi Asmara Minta Pemerintah Pusat Priotitaskan Daerah Kepulauan Sulut
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Penikaman Nelayan Berujung Maut, Polres Pelabuhan Makassar Cegah Konflik Susulan di Kodingareng
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Digital Realty Bersama Siapkan Infrastruktur yang Siap Dukung AI
• 18 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.