Jakarta dan Shenzhen Sepakati Kerja Sama Sister City untuk Dorong Inovasi dan Pembangunan Berkelanjutan

pantau.com
17 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Shenzhen menyepakati kerja sama kota kembar sister city untuk memperkuat hubungan internasional sekaligus mendorong pembangunan yang lebih maju dan berkelanjutan.

Kesepakatan ini menjadi ruang berbagi praktik terbaik antar kedua kota dalam menghadapi berbagai tantangan perkotaan modern, termasuk transportasi, kemacetan, polusi, dan banjir.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan harapannya agar penyusunan Letter of Intent (LoI) dapat segera dilakukan sebagai langkah awal kerja sama.

Ia menegaskan bahwa setelah LoI, kerja sama akan dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Shenzhen.

Pramono mengungkapkan, "Kami ingin belajar dari Shenzhen sebagai role model (contoh)."

Realisasi kerja sama sister city ini ditargetkan dapat terwujud pada November 2026.

Tahapan dan Potensi Kerja Sama

Executive Vice Mayor Shenzhen Tao Yongxin menawarkan empat bidang kerja sama potensial yang dapat dikembangkan bersama Jakarta.

Bidang tersebut meliputi teknologi dan inovasi, hubungan antar masyarakat seperti pertukaran mahasiswa dan budaya, serta sektor maritim.

Tao Yongxin mengusulkan agar kerja sama dimulai dari tahap friendship city sebelum meningkat menjadi sister city.

Ia menyatakan, "Kami ingin memulai dari friendship city sebagai langkah awal menuju sister city."

Selain itu, Shenzhen juga membuka peluang pengiriman perusahaan ke Jakarta untuk mendukung berbagai proyek teknologi.

Tao Yongxin menegaskan, "Kami terbuka untuk mengirim perusahaan Shenzhen ke Jakarta, mulai dari elektrifikasi kendaraan, pengembangan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk layanan publik."

Tantangan Jakarta dan Keunggulan Shenzhen

Jakarta dengan populasi sekitar 11 juta penduduk dan kawasan aglomerasi Jabodetabek mencapai sekitar 42 juta jiwa menghadapi berbagai persoalan perkotaan yang kompleks.

Shenzhen menilai pengalaman mereka dalam mengatasi persoalan serupa dapat menjadi referensi bagi Jakarta.

Posisi strategis Indonesia di jalur maritim global juga menjadi nilai tambah dalam pengembangan kolaborasi kedua kota.

Shenzhen dikenal sebagai kota dengan kemajuan pesat di bidang teknologi dan pengembangan kota pintar sejak ditetapkan sebagai zona ekonomi khusus pada 1980.

Kota tersebut berkembang dari kawasan nelayan menjadi pusat teknologi global dengan populasi sekitar 20 juta jiwa.

Sejumlah perusahaan besar dunia seperti Huawei dan BYD berbasis di Shenzhen, menjadikannya salah satu kota terdepan dalam inovasi dan teknologi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Panggil Ustadz Khalid Basalamah Terkait Penyidikan Kasus Kuota Haji
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Ilmu Mahal dari Ustaz Maulana: Ternyata Ini Makna Salam dalam Salat hingga Rahasia Puasa Sunnah dalam Islam
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Terungkap Pengiriman TKI Ilegal ke Malaysia di Dumai, 68 Orang Ditangkap di Pantai dan Hutan 
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Rugi Garuda Indonesia (GIAA) Susut 45% Jadi Rp 707 Miliar, Siap Ekspansi?
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
MNC Nyatakan Banding atas Putusan Gugatan NCD Rp119 T CMNP: Belum Final!
• 12 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.