Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan serangan udara Israel menargetkan sekelompok warga sipil di bagian utara wilayah Palestina. Serangan tersebut menewaskan lima orang termasuk tiga anak-anak.
Dilansir AFP, Kamis (23/4/2026), meskipun gencatan senjata telah disepakati pada 10 Oktober, Gaza tetap dilanda kekerasan setiap hari karena militer Israel dan Hamas saling menuduh melanggar gencatan senjata.
"Lima warga Palestina, termasuk tiga anak, tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan sekelompok warga sipil di dekat masjid Al-Qassam di Beit Lahia," kata badan tersebut, yang beroperasi sebagai layanan penyelamatan di bawah otoritas Hamas, dalam sebuah pernyataan.
"Jenazah mereka dibawa ke rumah sakit Al-Shifa di Kota Gaza," lanjut dia tanpa menyebutkan usia anak-anak tersebut.
Rumah sakit tersebut mengkonfirmasi telah menerima jenazah.
Militer Israel mengatakan kepada AFP bahwa mereka sedang memeriksa laporan tersebut.
Gencatan senjata yang rapuh sebagian besar telah menghentikan perang Gaza yang dimulai setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel, tetapi kedua pihak secara teratur saling menuduh melanggar gencatan senjata.
Sebagai informasi, 786 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata dimulai, menurut kementerian kesehatan Gaza, yang berada di bawah otoritas Hamas dan angka-angkanya dianggap dapat diandalkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
(maa/maa)





