TEL AVIV, KOMPAS.TV - Angkatan Bersenjata Israel (IDF) menyatakan dua tentara yang terlibat penghancuran patung Yesus Kristus di Lebanon telah disanksi. IDF menyebut sanksi yang dijatuhkan berupa kurungan di detensi militer selama 30 hari.
Insiden perusakan patung Yesus Kristus tersebut dilaporkan terjadi di sebuah desa di wilayah selatan Lebanon. Insiden ini viral usai seorang tentara IDF difoto sedang memukul patung Yesus menggunakan palu godam.
IDF menyatakan dua tentara yang ditahan berperan sebagai pelaku perusakan patung dan pengambil foto. IDF menyatakan tindakan vandalimse tentara tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dipegang militer Israel.
Baca Juga: AS akkan Jadi Tuan Rumah Negosiasi Tahap Kedua Lebanon dan Israel Pekan Ini
"Perilaku tentara tersebut melenceng jauh dari nilai-nilai dan tatanan IDF," demikian pernyataan militer Israel dikutip Associated Press, Rabu (22/4/2026).
Pihak IDF juga menyatakan sedang memeriksa enam tentara lain sehubungan insiden perusakan patung Yesus Kristus. IDF menyebut terdapat enam tentara yang menyaksikan peristiwa perusakan tetapi sekadar berdiam diri.
Sebelumnya, foto tentara Israel yang memukul patung Yesus Kristus tersebar di media sosial dan menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk tokoh agama Kristen. Insiden ini teradi di tengah operasi militer Israel di Lebanon selatan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan militer Israel akan menyelidiki dan menindak tentara yang terlibat. Dalam unggahan di media sosial X, Senin (21/4), Netanyahu pun mengaku mengecam perusakan simbol agama tersebut.
"Kami menyampaikan keprihatinan atas insiden ini dan rasa sakit yang ditimbulkan kepada umat di Lebanon dan seluruh dunia," kata Netanyahu.
Baca Juga: Iran Belum Putuskan soal Negosiasi Kedua, Tegaskan akan Bela Negara Jika AS dan Israel Invasi Lagi
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Associated Press
- tentara israel rusak patung yesus
- patung yesus kristus
- tentara hancurkan patung yesus
- lebanon
- idf





