Pemerintah Provinsi Banten menyampaikan optimisme bahwa fenomena musim kering El Nino pada tahun ini tidak akan mengganggu sektor pertanian. Pemprov mengklaim telah melakukan berbagai upaya untuk mengoptimalkan produktivitas lahan di wilayahnya.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Nasir, menyebutkan koordinasi intensif telah dilakukan pemerintah daerah dengan Kementerian Pertanian sebagai langkah antisipasi musim kering.
"Pak Menteri sudah memberikan arahan pada Rakor Nasional khusus antisipasi kekeringan. Kita diminta mengoptimalkan seluruh potensi yang ada," ujar Nasir di Kota Serang, Rabu (22/4/2026).
Pemerintah menyatakan telah menyiapkan infrastruktur berupa pipanisasi, pompanisasi, serta meningkatkan kesigapan petani dalam menghadapi puncak musim kering, yang diprediksi terjadi pada Agustus 2026. Selain itu, petani diimbau memajukan masa tanam guna menghindari kendala teknis saat kemarau panjang tiba.
Nasir meyakini langkah-langkah tersebut dapat menekan risiko gagal panen atau puso. Meski demikian, ia mengakui tetap ada wilayah yang berpotensi terdampak.
"Saya kira ada (wilayah terdampak) karena sebagian besar lahan kita adalah sawah tadah hujan. Tapi kami sudah memfasilitasi alsintan (alat dan mesin pertanian) untuk menarik air dan kebutuhan lainnya, sehingga kondisi lahan bisa lebih baik," tuturnya.
Pemprov Banten menetapkan target luas tanam sebanyak 537 ribu hektare pada 2026. Angka ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
"Ada kenaikan sekitar 30 persen, targetnya 537 ribu hektare luas tanam. Insyaallah sesuai dengan target. Hal itu terus kami kawal melalui rakor rutin setiap bulan," katanya.
Simak Video "Video: Antisipasi El Nino, Pramono Prioritaskan Ketahanan Pangan-Pencegahan ISPA"
(aik/azh)





