Jakarta, VIVA – Krisis energi yang melanda Eropa mulai berdampak langsung pada industri penerbangan. Maskapai asal Jerman, Lufthansa, memutuskan memangkas sekitar 20.000 penerbangan jarak pendek sepanjang musim panas seiring lonjakan harga bahan bakar jet yang kian menekan biaya operasional dan dianggap tidak lagi menguntungkan dari kacamata bisnis.
Manajemen Lufthansa mengatakan, harga avtur telah meningkat dua kali lipat sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Konflik yang berpusat di Timur Tengah disebut telah mengganggu produksi serta distribusi energi di kawasan Timur Tengah, yang berdampak langsung pada sektor penerbangan global.
“Namun, dengan kenaikan harga bahan bakar jet, operasional akan dilakukan secara lebih efisien dibanding sebelumnya,” ujar Manajemen Lufthansa dikutip dari BBC pada Kamis, 23 April 202.
Lufthansa memperkirakan pemangkasan rute ini akan menghemat sekitar 40.000 metrik ton bahan bakar jet yang sebagian besar penghematan berasal dari penutupan layanan CityLine.
- Skift.com.
Maskapai itu juga akan menghentikan sementara sejumlah rute, termasuk penerbangan ke dan dari Heringsdorf, Cork, Gdańsk, Ljubljana, Rijeka, Sibiu, Stuttgart, Trondheim, Tivat, dan Wrocław.
Bagi penumpang terdampak, Manajemen Lufthansa akan memberikan opsi pengembalian dana atau dialihkan ke penerbangan lain melalui jaringan maskapai grup, seperti SWISS, Austrian Airlines, Brussels Airlines, dan ITA Airways.
Lebih lanjut, perusahaan menyampaikan sebagian pemangkasan rute ini akan bersifat permanen. Lufthansa saat ini tengah meninjau ulang seluruh jadwal penerbangan Eropa dan akan mengumumkan pembaruan lebih lanjut di bulan April ini.
Meski terjadi perampingan rute di Eropa, sejumlah jaringan penerbangan global tetap terjaga, terutama untuk rute jarak jauh. Sebelumnya, Lufthansa telah mempercepat penutupan layanan CityLine dan merencanakan pensiun 27 pesawat seiring tekanan biaya bahan bakar serta dampak tambahan dari ketegangan hubungan industrial.
Keputusan perusahaan menutup puluhan ribu rute penerbangan meyusul sejumlah maskapai lain yang telah melakukan hal serupa, seperti KLM-Prancis dan Delta Air Lines. Sementara itu, beberapa operator lainnya memilih menaikkan harga tiket untuk menutupi pembengkakan biaya operasional.
International Energy Agency (IEA) sudah memperingatkan Eropa berpotensi menghadapi kelangkaan bahan bakar pesawat dalam hitungan minggu. Meski demikian, pemerintah Inggris dan pelaku industri penerbangan menyatakan belum melihat adanya gangguan pasokan secara langsung.




