Lebanon Kembali Berduka, Serangan Udara Israel Makan Korban

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Teheran / Beirut

Jurnalis Tewas Saat Meliput, Harapan Damai Jilid Dua Resmi Kandas

Ketegangan di Timur Tengah mencapai terus meningkat, menyusul serangan intensif Israel di Lebanon Selatan dan penguasaan jalur maritim strategis oleh Iran. 

Di tengah blokade Amerika Serikat yang kian ketat, Selat Hormuz kini menjadi titik sentral konfrontasi yang mengancam arus perdagangan energi dunia.

Serangan terhadap Awak Media

Situasi di Lebanon semakin mengkhawatirkan setelah serangan udara Israel menghantam sejumlah pekerja media di wilayah selatan. Jurnalis Lebanon, Amal Khalil, dilaporkan tewas dalam insiden tersebut, sementara rekannya, Zeinab Faraj, mengalami luka serius.

(Grafis TVRINews.com (Sumber data: Al Jazeera))

Insiden ini memperpanjang daftar hitam kekerasan terhadap pers di zona konflik. Serangan tersebut juga merenggut nyawa empat warga sipil lainnya di Lebanon Selatan, sebuah peristiwa yang secara drastis mengikis kepercayaan terhadap gencatan senjata sepuluh hari yang baru saja disepakati.

Blokade dan Krisis Selat Hormuz

Berdasarkan Pantai Al Jazeera Di Teheran, ketegangan beralih ke jalur laut. Garda Revolusi Iran mengonfirmasi penahanan dua kapal yang dituduh "mengganggu ketertiban dan keselamatan di Selat Hormuz." Langkah ini diambil di tengah pengawasan ketat armada Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Negosiator utama Iran menyatakan bahwa pembukaan Selat Hormuz menjadi "mustahil" untuk dilakukan saat ini. Ia menunjuk kebijakan blokade Amerika Serikat dan apa yang ia sebut sebagai dorongan perang di seluruh lini oleh pihak sekutunya sebagai hambatan utama.

"Pembukaan Selat Hormuz adalah hal yang mustahil karena adanya blokade Amerika Serikat dan upaya penghasutan perang oleh Zionis di semua lini," tegas narasumber utama dari pihak negosiator Iran.

Diplomasi di Ambang Batas

Di sisi lain, dinamika politik Washington turut memberikan pengaruh besar. Presiden Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran, meski di saat yang sama AS terus memperketat isolasi ekonomi melalui blokade pelabuhan. 

Kebijakan ganda ini menciptakan ambiguitas diplomatik yang sulit dipecahkan oleh para mediator internasional.

Hingga laporan ini diturunkan, jumlah korban jiwa di seluruh kawasan terus dipantau secara intensif oleh tim kemanusiaan internasional. Ketidakpastian di Lebanon dan konfrontasi maritim di Hormuz kini menempatkan stabilitas keamanan global dalam posisi yang sangat rentan.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kementerian Pariwisata Genjot Promosi Wisata Selam Indonesia di ADEX 2026 untuk Dongkrak Kunjungan Wisman
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Harga Pangan Kamis 23 April: Cabai Merah Besar, Beras, hingga Daging Sapi Kompak Naik
• 59 menit lalukompas.tv
thumb
Polisi Bongkar Peran Dua Pelaku Phishing Tools, Otak Produksi dan Pengelola Dana
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini 23 April 2026: Antam, Galeri24, dan UBS Kompak Turun
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Tanpa Bruno Moreira Lalu Gali Freitas, Kejeniusan Bernardo Tavares Diuji Bawa Persebaya Surabaya Kejutkan Tuan Rumah Malut United
• 22 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.