Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Aceh
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto kembali mengunjungi Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, untuk meninjau progres pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi akibat Siklon Tropis Senyar pada akhir November 2025.
Lokasi pertama yang ditinjau adalah huntara di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru. Kedatangan Kepala BNPB disambut hangat oleh warga, termasuk anak-anak.
Ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dengan masyarakat guna menyerap kebutuhan yang masih diperlukan.
Dalam peninjauan tersebut, Suharyanto mengecek kondisi unit huntara secara menyeluruh. Ia meminta pihak pengembang segera menyelesaikan sejumlah kekurangan dengan target rampung dalam lima hari ke depan agar hunian dapat segera ditempati.
Menurutnya, huntara ini diperuntukkan bagi warga terdampak yang sebelumnya tinggal di rumah sewa yang rusak akibat banjir. Karena tidak memiliki rumah sendiri, kelompok ini tidak berhak menerima Dana Tunggu Hunian (DTH).
“Di sini masyarakat dulunya tidak punya rumah dan menyewa tempat tinggal. Begitu kena banjir, rumah yang disewa hancur, mereka bingung mau ke mana. DTH pun mereka tidak dapat, sehingga BNPB mengambil langkah membangun huntara untuk mereka,” ujar Suharyanto dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Kamis, 23 April 2026.
Ia menegaskan langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh masyarakat terdampak tetap memiliki tempat tinggal layak, sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Suharyanto juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
“Ini salah satu terobosan bagaimana kolaborasi pemerintah pusat dan daerah bisa memecahkan masalah masyarakat terdampak, terutama yang sebelumnya tidak memiliki rumah,” ucap Suharyanto.
Selain meninjau pembangunan huntara, Kepala BNPB turut menyerahkan bantuan sembako kepada warga serta bingkisan untuk anak-anak guna membantu pemenuhan kebutuhan dasar selama masa pemulihan.
Kunjungan dilanjutkan ke Desa Bandar Mahligai, Kecamatan Sekerak. Di lokasi ini, Suharyanto kembali berdialog dengan warga untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Ia menilai interaksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam evaluasi kebijakan sekaligus meningkatkan efektivitas penanganan bencana.
Pemerintah melalui BNPB menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan berjalan optimal, dengan harapan warga Aceh Tamiang dapat segera bangkit dan melanjutkan kehidupan secara lebih baik.
Editor: Redaksi TVRINews





