Beternak 40 Sapi di Garasi Rumah, Warga Cilincing Jakut Bisa Kantongi Omzet Rp 2 Miliar

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com — Di tengah padatnya permukiman Cilincing, Jakarta Utara, sebuah garasi rumah disulap menjadi peternakan berisi puluhan sapi berukuran jumbo.

Di ruang terbatas itu, seorang peternak bernama Anton (38) mengembangkan usaha “Rumah Sapi Jakarta” yang mampu meraup omzet miliaran rupiah setiap tahun, terutama menjelang Idul Adha.

Peternakan tersebut menampung sekitar 40 ekor sapi di area yang biasanya digunakan untuk parkir kendaraan. Tidak ada latar belakang sawah atau perkebunan seperti peternakan pada umumnya di pedesaan.

Anton menyulap garasi samping rumahnya menjadi kandang sapi. Sapi-sapi berukuran besar itu seolah tersembunyi di balik gerbang besi garasi berwarna kuning. Ia juga membuat tempat makan dan minum permanen dari semen di area tengah garasi untuk ternaknya.

Di ruang terbatas itu, usaha peternakan Anton terus tumbuh setiap hari dan menghasilkan keuntungan besar.

Baca juga: Kandang Sapi Milik Pemprov DKI Bakal Dibangun di Ciangir, Kapasitas 1.000 Ekor

Omzet miliaran rupiah

Anton mengaku omzet usaha ternaknya tidak bisa dihitung secara bulanan karena penjualan bersifat musiman dan baru terlihat saat Idul Adha.

"Kalau secara omzet ya kami enggak bisa bilang per bulan karena kami perawatan musiman. Paling ketemunya pada Idul Adha aja," ungkap dia ketika diwawancarai Kompas.com di lokasi, Rabu (22/4/2026).

Setiap Idul Adha, peternakannya bisa menjual sedikitnya 70 ekor sapi karena telah memiliki banyak pelanggan tetap. Jenis sapi yang paling laku adalah limousin karena posturnya gemuk dan kekar, sehingga dinilai layak untuk kurban.

Tahun ini, Anton juga memiliki stok sapi limousin dengan bobot terbesar sekitar satu ton. Sapi tersebut dibanderol sekitar Rp 80 juta, sama seperti tahun sebelumnya.

Selain limousin, Anton juga menjual sapi tipe Jawa lokal dengan harga sekitar Rp 20 jutaan, sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat dengan anggaran terbatas.

Tak heran jika omzet Anton dalam dua tahun terakhir mencapai miliaran rupiah.

"Tahun kemarin tembus omzet Rp 2 miliar, tapi itu omzet bukan untung ya," jelas Anton.

Keuntungannya mencapai ratusan juta rupiah per tahun, meski ia enggan menyebut angka pasti. Pendapatan tersebut dinilai cukup untuk menghidupi keluarga sekaligus membeli rumah yang layak bagi istri dan anaknya.

Baca juga: Meski Gelap dan Curam, Terowongan Sapi Cikarang Jadi Andalan Warga Hindari Macet

Tantangan beternak di tengah kota

Meski omzetnya besar, beternak di tengah kota bukan perkara mudah. Tantangan utama adalah pengolahan limbah agar tidak menimbulkan bau dan mengganggu warga sekitar.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Kalau saya sih limbah kotoran selalu dikarungin terus, nanti pada saat per tiga hari kami buang ke tempat pembuangan di sana," ucap Anton.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tak Bersertifikat SNI, Ribuan Alat Pemadam Api Portable Dimusnahkan
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Kejagung Geledah Perusahaan Cangkang Diduga Milik Zarof Ricar
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Lepas Keberangkatan Kloter 2 Haji Asal Langkat, Bobby Nasution Tekankan Kebersamaan dan Kekompakan
• 8 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Kemenpar Tingkatkan Kapasitas ASN Lewat Pelatihan Policy Brief
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Menko Yusril: Berhaji Tidak Resmi Merugikan Diri Sendiri
• 19 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.