Jangan Anggap Sepele, Nyeri Dada Bisa Berujung Fatal Lho Beauty!

herstory.co.id
7 jam lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Seringkali, nyeri dada dianggap ringan ternyata bisa menjadi tanda awal serangan jantung yang mengancam nyawa, bahkan pada usia muda. Di Indonesia, penyakit kardiovaskular menjadi penyebab kematian tertinggi dengan lebih dari 650.000 kasus per tahun. Kondisi ini dapat terjadi kapan saja, termasuk saat beraktivitas atau berolahraga, sehingga penting untuk mengenali gejala sejak dini dan segera mencari penanganan medis.

Perlu diingat, serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terhambat. Dalam waktu 20–30 menit, kerusakan otot jantung bisa mulai terjadi. Bahkan, setiap keterlambatan 30 menit dalam penanganan dapat meningkatkan risiko kematian hingga 7–10 persen. Fakta ini menunjukkan bahwa respons cepat menjadi faktor penentu keselamatan pasien.

Menjawab kebutuhan tersebut, Siloam International Hospitals menghadirkan layanan Chest Pain Ready Hospital, yaitu sistem penanganan darurat jantung yang dirancang untuk memberikan respons cepat dan terintegrasi. Layanan ini mengusung prinsip time is muscle, yang menekankan bahwa semakin cepat aliran darah dipulihkan, semakin besar peluang menyelamatkan otot jantung.

Chief Medical Officer Siloam International Hospitals, dr. Grace Frelita, menjelaskan bahwa penanganan serangan jantung idealnya dilakukan dalam waktu kurang dari 90 menit sejak pasien pertama kali ditangani.

“Pada pasien dengan serangan jantung, tindakan langsung dapat dilakukan di cath-lab jika fasilitas dan tim sudah siap, dengan begitu penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat, idealnya sesuai dengan Door-to-Balloon Standard yaitu kurang dari 90 menit sejak pasien pertama ditangani,” jelasnya.

Ia menambahkan, prosedur yang dilakukan adalah PCI (Percutaneous Coronary Intervention), yaitu tindakan non-bedah untuk membuka sumbatan pembuluh darah menggunakan kateter, balon, dan stent. Prosedur ini bertujuan mengembalikan aliran darah ke jantung, mengurangi kerusakan jaringan, serta meningkatkan peluang keselamatan pasien.

Dalam praktiknya, sistem layanan ini mencakup pemeriksaan EKG dalam waktu 10 menit sejak pasien tiba di IGD, kesiapan tim medis 24 jam, hingga fasilitas cath lab yang dapat digunakan tanpa penundaan. Semua proses dirancang agar pasien dengan gejala nyeri dada bisa langsung mendapatkan penanganan optimal sejak awal.

“Selain dukungan sistem dan layanan dari Chest Pain Ready Hospital, kesiapan Siloam International Hospital dalam penanganan pasien serangan jantung juga didukung oleh jaringan rumah sakit yang luas di berbagai wilayah Indonesia,” ujar dr. Grace.

Ia juga menegaskan bahwa kecepatan respons tidak hanya berdampak pada keberhasilan tindakan medis, tetapi juga membuka peluang hidup yang lebih besar bagi pasien.

“Melalui penanganan yang cepat dan tepat, Siloam International Hospitals berupaya meningkatkan peluang keselamatan pasien sekaligus memberikan harapan baru baik bagi pasien maupun keluarga,” tambahnya.

Beauty, penting untuk tidak mengabaikan gejala seperti nyeri dada, sesak napas, atau rasa tidak nyaman di area dada. Pemeriksaan sejak dini dapat menjadi langkah krusial untuk mencegah risiko yang lebih besar dan memastikan penanganan dilakukan tepat waktu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Selat Hormuz ke Atap Masjid: Kemandirian Energi Berbasis Umat
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Pemerintah Siap Guyur Insentif untuk Investasi Padat Karya
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Kesehatan Jadi Prioritas, Jemaah Haji Indonesia Diminta Tidak Memaksakan Diri Selama di Tanah Suci
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Gubernur Khofifah Bagikan BBM Gratis untuk Ojol Perempuan
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
BRI Super League: Cahya Supriadi Tampil Ciamik Lawan Persija, Jean-Paul van Gastel Beri Apresiasi Tinggi
• 2 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.