Kudus: Sebanyak 1.210 calon haji asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengikuti pemantapan manasik haji terakhir yang dipusatkan di Alun-alun Kudus, sebagai bekal sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci, Makkah. Ketua Panitia Pemantapan Manasik Haji Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Jam’iyyatul Hujjaj Kudus (JHK-IPHI) Deka Hendratmanto mengatakan kegiatan ini merupakan tahap akhir pembekalan agar para calon haji mampu menjalankan ibadah secara mandiri, sekaligus memahami rukun, wajib, dan sunah haji.
"Pemantapan ini penting agar jamaah siap secara pengetahuan dan praktik di lapangan," ujar dia di Kudus, Kamis, 23 April 2026, melansir Antara.
Dari total 1.210 peserta, selain calon haji dari berbagai Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) juga terdapat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), dan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PHD). Tercatat juga delapan calon haji non-KBIHU yang tetap mengikuti manasik dan tergabung dalam kloter pemerintah.
Calon haji di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengikuti pemantapan manasik haji terakhir yang dipusatkan di Alun-alun Kudus, sebagai bekal sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah, Kamis (23/4/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Kegiatan pemantapan manasik ini merupakan inisiatif murni JHK-IPHI Kudus yang didukung pembiayaan swadaya, donasi, serta sponsor. Bahkan, JHK-IPHI turut memberikan dukungan dalam proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah.
Simulasi manasik dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan khotbah yang dilaksanakan di Gedung JHK sebagai gambaran Arafah. Rute menuju gedung tersebut diibaratkan sebagai Muzdalifah, sementara Taman Rakyat di kompleks DPRD Kudus difungsikan sebagai Mina. Area parkir DPRD digunakan untuk praktik lempar jumrah, dan Alun-alun Kudus disimulasikan sebagai Masjidil Haram.
"Kami berpesan agar calon haji menjaga kesehatan dan menghindari aktivitas yang menguras energi. Karena ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik yang prima," kata Deka.
Baca Juga :
Calon Haji Kloter 01 Embarkasi Banjarmasin Masuk Asrama HajiMayoritas jemaah berusia antara 18 hingga 85 tahun, dengan sekitar 55 persen di antaranya perempuan. Sementara itu, perwakilan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kudus Zaenal Fahmi mengingatkan pentingnya menjaga tidak hanya kesehatan fisik, tetapi juga mental dan rohani.
"Jemaah akan menghadapi berbagai kondisi sosial di Tanah Suci, sehingga kesiapan mental dan spiritual juga harus diperhatikan," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa aspek istithaah atau kemampuan jamaah, baik dari sisi kesehatan maupun kesiapan lainnya, telah melalui proses pemeriksaan ketat, termasuk di Asrama Haji Donohudan.




