Kota Padang: Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatra Barat (Sumbar) menunda keberangkatan dua calon haji berasal dari Kota Padang yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama. Penundaan dilakukan karena keduanya sedang sakit.
"Hari ini harusnya kita menerima kedatangan 393 calon haji kloter pertama, namun dua di antaranya tidak bisa berangkat karena sakit," kata Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Sumbar M Rifki, dilansir dari Antara, Kamis, 23 April 2026.
Dia menyampaikan hal tersebut di sela-sela kedatangan kloter pertama calon jemaah haji asal Padang. Kloter tersebut dijadwalkan terbang ke Tanah Suci pada pukul 01.05 WIB, Jumat, 24 April 2026.
Baca Juga :
Cegah Dehidrasi, Calon Haji Padang Dibekali Botol Semprot Multifungsi dan OralitKedua calon haji yang ditunda keberangkatan tersebut, tercatat atas nama Hizbullan bin Sulan dan Zulhamdi. Keduanya juga telah mengajukan permohonan untuk pindah atau mutasi ke kloter 14.
Dalam surat yang diajukan kepada Kepala Kantor Kemenhaj Padang disebutkan yang bersangkutan sakit sehingga tidak memungkinkan untuk berangkat. Ketika kedua calon haji tersebut sudah sehat, maka petugas akan memberangkatkan sesuai dengan ketersediaan kursi di kloter penerbangan selanjutnya.
"Kedua calon jemaah haji ini akan kita upayakan berangkat di kloter berikutnya setelah mereka dinyatakan sehat dan laik terbang," ujarnya.
Seorang calon haji berasal dari Kota Padang menunjukkan Kartu Nusuk di Embarkasi Haji di Kota Padang, Kamis, 23 April 2026. ANTARA/Muhammad Zulfikar
Pada awalnya, terdapat beberapa calon haji kloter perdana yang sempat diragukan bisa bertolak ke Arab Saudi. Namun sebelum masuk Asrama Haji, Kemenhaj masih bisa melakukan pergantian lima orang sehingga hanya dua yang tertunda keberangkatan.
"Jadi, ada lima orang dari kloter 14 yang kita masukkan ke kloter pertama untuk menggantikan jemaah haji yang sakit," ungkap dia.
Secara umum, Embarkasi Haji Padang akan memberangkatkan 5.402 calon haji. Seluruhnya tergabung dalam 14 kloter yang merupakan gabungan jemaah yang berasal dari Provinsi Sumbar dan Bengkulu.
Sebelum bertolak ke Tanah Suci, calon jemaah haji dari Sumbar dan Bengkulu akan diinapkan terlebih dahulu di Asrama Haji Padang. Mereka akan mendapatkan pembekalan dari pemangku kepentingan terkait.




