Komunikasi Seskab Teddy Dinilai Sederhana dan Jujur

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai kunjungan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya ke Sekolah Rakyat di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, sebagai contoh komunikasi publik yang efektif justru karena kesederhanaannya.

Menurutnya, tidak banyak pejabat yang mau repot turun sendiri untuk melihat realita yang sebenarnya ada di depan mata.

Baca Juga :
Prabowo Gelar Ratas di Danantara, Bahas Percepatan Program Strategis Nasional
KSAD Temui Prabowo, Lapor Pembangunan 300 Jembatan hingga Renovasi Sekolah

"Boleh lah, memang sih sesederhana itu, tapi ini perlu disoroti karena jarang ada yang mau, saya kira banyak pejabat yang tahu ada masalah seperti ini, tapi kan tahu saja tidak cukup," ujar Hendri Satrio kepada wartawan, dikutip Kamis, 23 April 2026.

Diketahui, kunjungan itu dilakukan Seskab Teddy bersama Menteri Sosial untuk mengecek langsung kondisi anak-anak yang selama ini putus sekolah.

Hendri Satrio menilai, kunjungan tersebut bisa membuat publik melihat sendiri seperti apa yang serius melayani rakyat. 

"Kalau pejabat mau hadir, mau duduk, mau bicara langsung dengan anak-anak itu, tidak perlu banyak kata-kata lagi. Publik sudah bisa menilai sendiri mana yang serius dan mana yang tidak," katanya. 

Ia pun menyoroti cara Seskab Teddy berkomunikasi dalam kunjungan tersebut, di mana tidak ada pidato panjang hingga tidak ada deretan data pencapaian program.

Teddy, dalam kunjungan tersebut, hanya berinteraksi langsung dengan anak-anak dan pernyataan singkat berbasis pada apa yang ia lihat di lapangan.

"Ini saya melihatnya sebagai komunikasi yang jujur, action dulu, baru bicara, bukan sebaliknya. Datang, lihat, dengar, lalu sampaikan apa adanya. Itu justru yang paling susah dilakukan," ujarnya.

Ia menambahkan, pola komunikasi seperti ini sejalan dengan apa yang ia nilai mulai membaik dari komunikasi Istana belakangan ini. Menurutnya, ini bukanlah soal seberapa sering pejabat tampil di media, melainkan soal apakah kehadiran itu terasa genuine atau tidak di mata publik.

"Kalau ini konsisten dilakukan, bukan cuma sekali lalu selesai, tidak perlu saya yang bilang bagus atau tidak, tapi masyarakat sendiri yang akan menyimpulkan," kata Hendri Satrio.

"Dan kalau sudah begitu, tidak ada narasi apapun yang bisa melawan kepercayaan yang terbentuk secara organik," imbuhnya.

Baca Juga :
Prabowo-Dasco Bicara Empat Mata di Istana, Bahas Situasi Politik hingga Ekonomi Nasional
Seskab Teddy Bongkar Isi Pembicaraan Prabowo dan Macron: Bahas Energi-Investasi Ekonomi
Dari Rusia, Prabowo Lanjut Lawatan ke Paris Temui Presiden Macron

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jejak Gelap Dua Wanita di Balik Pengendali Sabu 5 Kg Makassar, Kini Diburu Bareskrim Polri
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Arema vs Persebaya Resmi Dipindah ke Bali, Alasan Kamtibmas
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Lewat Kegiatan Ini, Bea Cukai Perkuat Pemahaman Kepabeanan Bagi CPMI di Sidoarjo & Mataram
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Satu Tahun Saleh-Agus Memimpin Kabupaten Tanggamus
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Korupsi Tambang Batu Bara Rp 10 Triliun, 2 Orang Ini Dituntut Penjara 10 Tahun
• 12 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.