Konflik Kembru Papua: Bupati Puncak Elvis Tabuni Berurai Air Mata Saat Santuni Korban

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Bupati Puncak Elvis Tabuni menjenguk anak korban konflik bersenjata di Distrik Kembru saat dirawat di RSUD Mulia, Kamis (23/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati memberikan dukungan moril dan bantuan kepada korban. (Sumber: Dok. Diskominfo Puncak)

KOMPAS.TV - Suasana haru menyelimuti RSUD Mulia saat Bupati Puncak, Elvis Tabuni, menjenguk dua anak korban selamat dari konflik bersenjata di Distrik Kembru. Didampingi Ketua DPRK Puncak Thomas Tabuni, Kapolres Puncak, Dandim Puncak, serta Wakil Bupati Puncak Jaya Mus Kogoya, rombongan tiba untuk memastikan kondisi para korban pada Kamis (23/4).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Elvis Tabuni tak kuasa menahan air mata saat melihat langsung kondisi warganya yang masih balita dan anak-anak. Sambil memberikan penguatan, ia turut mendoakan kesembuhan keduanya. Sebagai bentuk kepedulian pribadi, Bupati juga memberikan bantuan sebesar Rp10 juta kepada masing-masing anak yang sedang dirawat.

Usai dari rumah sakit, rombongan beranjak ke halaman Kantor Distrik Muara di Kampung Dondobaga, Kabupaten Puncak Jaya, untuk menyerahkan bantuan logistik dan santunan duka secara simbolis kepada para pengungsi.

Pemerintah Kabupaten Puncak memberikan santunan duka sebesar Rp 50 juta bagi setiap keluarga dari sembilan korban meninggal dunia. Secara khusus, dua di antaranya yang merupakan ibu hamil (usia kandungan 9 dan 7 bulan) diberikan tambahan santunan masing-masing Rp 25 juta. Selain uang tunai, bantuan logistik berupa 20 ton beras, minyak goreng, dan sembako lainnya juga diserahkan kepada perwakilan pengungsi.

“Tim yang saya percayakan, baik Sekda maupun tim lapangan PMI Puncak, sudah bekerja menyelesaikan pendataan. Hari ini saya turun langsung sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan,” ujar Bupati Elvis dengan suara bergetar.

Beliau juga menegaskan telah mengeluarkan surat status Tanggap Darurat mulai tanggal 16 April hingga 29 April 2026. “Pemerintah akan terus mengontrol dan memastikan bantuan mengalir ke pos-pos pengungsian yang ada,” tambahnya.

Bupati Puncak Elvis Tabuni menyerahkan bantuan secara langsung kepada warga terdampak konflik di Distrik Kembru, sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap para pengungsi. (Sumber: Dok. Diskominfo Puncak)

Di tempat yang sama, Ketua DPRK Puncak, Thomas Tabuni, menyatakan sikap tegas terkait peristiwa ini. Ia mengumumkan bahwa DPRK akan segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk melakukan investigasi terbuka guna mengungkap pelaku penembakan.

“Kami juga berharap ada tim investigasi independen yang masuk ke Kembru untuk mengusut tuntas keterlibatan pihak-pihak terkait. Ini penting agar masyarakat puas dengan kinerja pemerintah, baik di daerah maupun pusat,” tegas Thomas.

Menanggapi aspirasi masyarakat, Thomas juga mendukung permintaan warga agar tidak ada lagi pos-pos keamanan (TNI) maupun kelompok bersenjata (TPNPB-OPM) di Distrik Kembru. Menurutnya, masyarakat hanya ingin hidup damai di alam mereka tanpa gangguan.

Baca Juga: Pj Sekda Puncak Tinjau Korban Kontak Tembak Sinak, Status Darurat Ditetapkan 14 Hari

Penulis : Natalia-Frederica

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Advertorial
  • Papua
  • Puncak Jaya
  • Konflik bersenjata
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Selat Hormuz Ditutup, Pemerintah RI Siapkan Langkah Amankan 5 Komoditas Vital
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Dapur MBG Amandraya Pastikan Ramah Lingkungan, Tahap Pengerjaan IPAL Masuk Finishing
• 9 jam lalurealita.co
thumb
Harga Emas UBS, Galeri24, dan Antam Kamis Pagi Kompak Turun di Pegadaian
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bursa Asia Menguat Ikuti Wall Street, Rekor Baru di Jepang hingga Taiwan
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
BULOG Tegaskan Stok Aman, Bantuan Pangan Bantu Ringankan Beban Masyarakat
• 11 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.