JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) bersama Israel yang berujung pada potensi penutupan Selat Hormuz membawa dampak luas, tidak hanya pada harga minyak dunia. Jalur distribusi energi global ini juga memengaruhi berbagai komoditas penting lain yang berhubungan langsung dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Pemerintah Indonesia merespons situasi ini dengan menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan ketahanan ekonomi nasional.
Langkah Strategis Pemerintah Hadapi Ancaman Krisis GlobalMengutip data Kementerian ESDM, Kementan, Kemenperin, MIND ID, berikut sejumlah upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi dampak gangguan distribusi global:
Baca Juga: Bandar Narkoba Ditangkap di Pangkal Pinang, Bawa Sabu dan Puluhan Pil Ekstasi | BORGOL
1. Sektor Pupuk: Jaga Produksi dan Perluas Kerja Sama
Pupuk sebagai penopang utama sektor pertanian menjadi perhatian serius.
Langkah yang diambil:
- Revitalisasi sentra produksi pupuk dalam negeri
- Menjaga ketersediaan bahan baku agar produksi tetap stabil
- Menjalin kerja sama baru dengan negara seperti Rusia dan Brasil
2. Energi: Perkuat Kemandirian dan Prioritaskan Kebutuhan Domestik
a. Minyak Bumi
- Dialihkan untuk kebutuhan dalam negeri guna menjaga pasokan bahan bakar kendaraan
b. Gas Alam
- Dialokasikan untuk memperkuat sektor industri nasional
- Pengamanan pasokan bahan baku dari negara seperti India dan Amerika Serikat
c. Program Energi Alternatif
- Percepatan implementasi B50 sebagai langkah menuju kemandirian energi
- Industri Strategis Ikut Diperkuat
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- selat hormuz
- harga minyak
- minyak dunia
- kebijakan pemerintah
- perang iran as
- israel





