Pemerintah Tiongkok secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap segala upaya politik dan diplomatik guna mewujudkan gencatan senjata yang komprehensif serta permanen antara Amerika Serikat dan Iran. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah kembalinya permusuhan di tengah situasi regional yang saat ini berada pada tahap transisi kritis antara perang dan damai.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, menyampaikan bahwa prioritas paling mendesak saat ini adalah melakukan upaya maksimal untuk mencegah dimulainya kembali permusuhan. Menanggapi keputusan sepihak Amerika Serikat untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, Jiakun menekankan pentingnya menjaga stabilitas di kawasan Timur Tengah dan Teluk melalui dialog yang berkelanjutan.
Tiongkok berkomitmen untuk memainkan peran aktif dan konstruktif dalam proses perdamaian ini. Upaya diplomatik Beijing tetap dipandu oleh semangat usulan empat poin yang dicetuskan oleh Presiden Xi Jinping guna mencapai penyelesaian sengketa yang adil dan menyeluruh bagi semua pihak yang terlibat.
Baca juga:
Negosiasi AS-Iran Jilid 2 Dibayangi Ketidakpastian
Keamanan Rantai Pasok Minyak Global
Selain aspek keamanan, Beijing menyoroti dampak ekonomi global dari konflik tersebut. Gencatan senjata yang langgeng diharapkan dapat memberikan kepastian bagi pasar internasional dan mengamankan rantai pasokan minyak mentah. Langkah ini dinilai sebagai solusi utama untuk meredam fluktuasi harga bahan bakar minyak dunia yang sebelumnya terganggu akibat ketegangan di kawasan tersebut.
"Tiongkok mendukung pihak-pihak terkait untuk terus menyelesaikan sengketa melalui jalur politik dan diplomatik, guna mencapai gencatan senjata yang komprehensif dan berkelanjutan, serta menjaga perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah dan kawasan Teluk," tegas Guo Jiakun.
Ia juga menambahkan bahwa Tiongkok siap bersinergi dengan komunitas internasional dalam menjalankan peran positif tersebut. Melalui pendekatan diplomasi ini, diharapkan agresi yang merugikan banyak negara dapat segera berakhir dan berganti dengan tatanan kawasan yang lebih stabil dan produktif bagi ekonomi global.




