TEHERAN, KOMPAS.TV - Duta Besar Iran untuk PBB Amir-Saeid Iravani melayangkan protes resmi kepada PBB terkait agresi Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap negaranya. Iravani memprotes penggunaan wilayah lima negara Arab di Teluk Persia atau Teluk Arab sebagai basis serangan AS.
Dalam surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Dewan Keamanan PBB, Rabu (22/4/2026), Iravani menyebut negara-negara anggota PBB bertanggung jawab untuk tidak membiarkan wilayahnya digunakan menyerang negara pihak ketiga.
Dia pun menyebutkan lima negara yang dituduh Iran membantu AS, yakni Qatar, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Diplomat Iran itu meminta kelima negara tersebut menjaga prinsip bertetangga yang baik.
"Drone MQ-9 dan MQ-4 Amerika, serta P-8A dan AWAS, pesawat patroli maritim, pengebom B-1 dan jet tempur F-22, F-15, F-16, F-35 digunakan di wilayah lima negara Arab di Teluk Persia tersebut untuk menargetkan Iran," kata Iravani, seperti dilansir PressTV, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: Israel Bersiap Kembali Perang Lawan Iran, Menhan: Tunggu Lampu Hijau AS
Iran menuduh kelima negara itu mengizinkan wilayah dan ruang udaranya digunakan AS untuk meluncurkan agresi.
AS dan Israel mulai melancarkan serangan tanpa diprovokasi pada 28 Februari yang membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.
Dilansir PressTV, militer Iran telah meluncurkan lebih dari 100 gelombang serangan balasan. Serangan balasan ini diarahkan ke Israel serta situs-situs strategis AS di Timur Tengah.
Perang AS-Israel di Iran terhenti berkat gencatan senjata yang berlaku pada 8 April lalu. Gencatan senjata ini disepakati melalui mediasi pemerintah Pakistan.
Gencatan senjata di Iran sedianya berakhir pada Rabu (22/4/2026), tetapi Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata secara sepihak.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Press TV
- iran protes pbb
- perang iran
- gencatan senjata iran
- iran
- Teluk Persia
- Donald Trump





