Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Marulitua Sijabat menyatakan, pihaknya mulai menyiapkan langkah mitigasi menghadapi fenomena El Nino seiring masuknya musim kemarau di Jakarta.
Menurut Marulitua, dari koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta rapat lintas sektor bersama pemerintah pusat, TNI-Polri, dan instansi terkait, El Nino pada 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dibandingkan 2023.
Advertisement
“Dampaknya ada tiga isu utama, yakni kekeringan, potensi kebakaran termasuk di kawasan perkotaan Jakarta, serta meningkatnya polusi udara,” kata Marulitua di Jakarta, dikutip Jumat (24/4/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah langkah mitigasi telah disiapkan BPBD DKI. Salah satunya dengan mengaktifkan peralatan water mist milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta perangkat serupa yang tersedia di sejumlah gedung untuk membantu menekan dampak polusi udara.
Selain itu, BPBD DKI juga tengah menyusun rencana bersama BMKG untuk pelaksanaan modifikasi cuaca, terutama saat puncak El Nino yang diperkirakan terjadi pada Agustus 2024.
Marulitua menyebut bahwa eknologi yang disiapkan berbeda dengan penanganan pada musim hujan, karena difokuskan untuk mengurangi dampak kekeringan.
“Ini sedang kami susun bersama BMKG untuk melihat kebutuhan implementasinya agar dampak El Nino bisa diminimalisir,” katanya.
Ia menyampaikan, rangkaian langkah tersebut nantinya akan dituangkan dalam Instruksi Gubernur (Ingub) sebagai pedoman bagi seluruh perangkat daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering.
Ingub tersebut nantinya juga mencakup soal pengaktifan Satgas Air Bersih serta koordinasi dengan PAM Jaya untuk distribusi air bersih kepada masyarakat.
“BPBD DKI turut menyiapkan mobil tangki air yang dapat dioperasikan sewaktu-waktu guna membantu pemenuhan kebutuhan air bersih di lapangan,” ucap dia.




