BOGOR, DISWAY.ID -- Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) membuka Pelatihan Manajemen Pembelajaran bagi Guru dan Kepala Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Hotel Harris Cibinong City Mall, Kabupaten Bogor, Kamis malam, 23 April 2026.
Pelatihan ini digelar untuk menyiapkan kepemimpinan dan sistem pembelajaran yang profesional dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
Di hadapan 332 peserta yang terdiri atas 166 kepala Sekolah Rakyat dan 166 guru, Gus Ipul menjelaskan proses kerja dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
BACA JUGA:Sinergi Kemensos dan PB Inkanas Perkuat Karakter Siswa Sekolah Rakyat
Menurutnya, teknik pembelajaran harus adaptif, tidak boleh diseragamkan, serta berbasis kemampuan awal dan kebutuhan setiap siswa. Selain itu harus dibarengai dengan pembelajaran mandalam.
“Setiap orang punya kemampuan sesuai ciptaan Tuhan, harus berbasis kemampuan dan kebutuhan individu, maka kita ada tes DNA Talent. Ajarkan pemahaman bukan hafalan, ajarkan menganalisis dan berpikir sendiri,” kata Gus Ipul.
Ia menegaskan manajemen pembelajaran di Sekolah Rakyat harus terstruktur dan ditopang perencanaan yang matang.
Menurutnya, 50 persen keberhasilan ditentukan oleh kualitas perencanaan yang baik.
Karena itu, setiap Sekolah Rakyat harus menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran, kurikulum satuan pendidikan, rencana kerja tahunan, rencana kegiatan dan anggaran sekolah, serta instrumen evaluasi yang jelas.
BACA JUGA:Kemensos Jajaki Kerja Sama Kirim Lulusan Sekolah Rakyat Bekerja di Jepang
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga mengingatkan kepala sekolah agar mengelola anggaran Sekolah Rakyat secara akuntabel dan transparan.
“Ingat, setiap uang yang dikeluarkan harus bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Gus Ipul.
Lebih lanjut, ia menekankan kepala sekolah menjadi pemimpin utama proses belajar selama 24 jam, baik saat kegiatan belajar di kelas, pembinaan di asrama, maupun pendidikan karakter.
Guru berperan membentuk pola pikir siswa, sementara wali asuh mendampingi pembiasaan perilaku baik dalam keseharian.
Sementara itu, seluruh kebijakan sekolah diminta berbasis data.
- 1
- 2
- »





