Kopi Tebat Benawa: Upaya Menjaga Produksi Kopi Berkualitas dan Berkelanjutan

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PALEMBANG— Perubahan pelan tapi terasa sedang terjadi di kebun-kebun kopi Desa Tebat Benawa, kaki Gunung Dempo. Petani tak lagi sekadar memanen sebanyak-banyaknya, melainkan mulai mengejar kualitas dan hasilnya mulai berdampak ke harga jual.

Lewat Program Kopi Tebat Benawa yang dijalankan PT Pusri Palembang, pola tanam diarahkan lebih ramah lingkungan. Kopi kini ditanam berdampingan dengan pohon pelindung seperti petai, jengkol, hingga tanaman buah. 

Selain membuat kebun lebih teduh, cara ini juga menjaga tanah tetap subur dan mengurangi risiko longsor di lahan miring.

Baca Juga

  • Teras Janantara, Destinasi Kuliner Baru Hadirkan Produk UMK Binaan Pusri
  • Pusri Tingkatkan Edukasi Pemupukan Berimbang untuk Petani

Perubahan paling terasa ada di cara panen. Petani mulai menerapkan petik merah atau memilih buah yang benar-benar matang pada saat masa panen.

Perbaikan juga menyasar tahap setelah panen. Proses pengolahan dibuat lebih rapi dan terkontrol, sehingga rasa kopi lebih konsisten dan punya ciri khas yang lebih kuat.

Di sisi lain, petani kini tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Mereka mulai terhimpun dalam kelompok tani, yang membuat posisi tawar terhadap pembeli ikut menguat. 

Rantai distribusi yang sebelumnya panjang perlahan dipangkas, memberi ruang bagi petani untuk mendapatkan harga yang lebih layak.

Soal limbah, pendekatannya juga berubah. Kulit kopi yang dulu dibuang kini diolah menjadi kompos dan digunakan kembali di kebun. Praktik ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga membantu menekan biaya produksi.

VP TJSL Pusri Rahmawati mengatakan pendekatan yang digunakan dalam program ini memang tidak instan, tetapi dirancang agar manfaatnya bertahan lama. 

“Program Kopi Tebat Benawa ini kami dorong sebagai salah satu program unggulan TJSL karena manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami berharap program ini bisa terus berkelanjutan serta memberi dampak jangka panjang dari sisi ekonomi, sosial, dan lingkungan,” ujarnya, dikutip Jumat (24/4/2026).

Di Tebat Benawa, perubahan ini tetap berpijak pada kebiasaan lama masyarakat yang sejak dulu menjaga hutan di sekitar mereka. 

Bedanya, kini ada tambahan pengetahuan dan teknologi yang membuat hasilnya lebih bernilai.

“Kedepan diharapkan Program Kopi Tebat Benawa diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan pertanian berkelanjutan di daerah lain,” imbuhnya.

Dari lereng Dempo, kopi tak hanya soal rasa, tapi juga tentang bagaimana cara bertani bisa berubah dan ikut mengangkat kesejahteraan petani.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bukan Soal Menang Gugatan, Denada Sebut Hubungan dengan Ressa Rossano yang Terpenting
• 3 jam lalugrid.id
thumb
2 Pemuda Pengedar Obat Keras Diringkus di Tangerang, Ribuan Tramadol Disita
• 11 jam laludetik.com
thumb
Longsor Tutup Jalan Menuju Situs Megalitikum Gunung Padang
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Imigrasi Deportasi WN Amerika Buron Interpol Kasus Pembunuhan
• 14 jam laludetik.com
thumb
Mendagri Dorong Pemda Genjot Pertumbuhan Ekonomi
• 23 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.