SURABAYA – Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali menyelenggarakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) tahun 2026. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui penyediaan uang Rupiah layak edar di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).
Ekspedisi ini secara resmi dimulai dengan pelepasan Kapal Republik Indonesia (KRI) Makassar-590 di Koarmada II, Surabaya. Acara kick-off ERB 2026 dihadiri oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali secara daring; Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono; Wakil Asisten Operasi KSAL Laksamana Pertama TNI Mochammad Riza; Kepala Staf Komando Armada II Laksamana Pertama TNI Agam Endrasomo; Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, M. Anwar Bashori; Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Ibrahim; Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Timur; serta perwakilan perbankan dan mitra strategis lainnya.
Tantangan Geografis dan Sinergi BI-TNI ALDeputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, menyampaikan bahwa sesuai amanat UUD 1945, Undang-Undang Bank Indonesia, dan Undang-Undang Mata Uang, BI merupakan satu-satunya lembaga yang diberi tugas mengeluarkan dan mengedarkan uang Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Ricky mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaannya, BI menghadapi sejumlah tantangan berat, antara lain kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau dan keterbatasan infrastruktur. Tidak semua wilayah dapat dijangkau secara optimal, dan Indonesia berbatasan dengan 11 negara tetangga. Di wilayah perbatasan, kerap ditemukan mata uang asing selain Rupiah sebagai alat pembayaran, yang berpotensi mengganggu kedaulatan mata uang nasional.
“BI dan TNI AL adalah saudara dengan garis tangan yang sama, yaitu menjaga kedaulatan bangsa,” ujar Ricky.
Capaian ERB 2012–2025 dan Target 2026Sejak tahun 2012 hingga 2025, ERB telah menjangkau 565 pulau melalui 110 kegiatan kas keliling. Pada tahun 2025, tercatat 18 kegiatan ERB yang menjangkau 91 pulau dengan total nilai penukaran uang mencapai Rp154,4 miliar.
Selain kegiatan penukaran uang, dalam ERB juga dilakukan edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, layanan kesehatan, bantuan sosial, serta program bela negara oleh TNI AL. Ricky menambahkan bahwa inisiatif kerja sama BI dan TNI AL ini pernah meraih penghargaan internasional pada ajang bergengsi.
Di tahun 2026, ekspedisi ini menargetkan penjangkauan 97 pulau 3T, memperkuat kedaulatan Rupiah di seluruh penjuru Nusantara.





