Terkini, Makassar — Bank Sulselbar terus memperkuat komitmennya dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya dalam perencanaan ibadah haji sejak dini.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Gema Haji Sidrap 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan yang digelar di Aula Saromase, Kompleks SKPD Sidrap ini merupakan bagian dari program edukasi nasional BPKH yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan dana haji, mekanisme pendaftaran, serta pentingnya kesiapan finansial sebagai bagian dari istitha’ah dalam berhaji.
Gema Haji Sidrap dikemas dalam bentuk sosialisasi dan sharing session dengan menghadirkan narasumber dari BPKH, perbankan syariah, serta para pemangku kepentingan.
Materi yang disampaikan mencakup sistem pengelolaan keuangan haji yang transparan dan diawasi negara, alur pendaftaran haji, hingga strategi perencanaan keuangan melalui instrumen syariah.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Sekretaris Daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama setempat, jajaran pemerintah daerah, pimpinan Bank Sulselbar, tokoh agama, serta masyarakat umum.
Direktur Pemasaran & Syariah Bank Sulselbar, Dirhamsyah Kadir, menegaskan bahwa ibadah haji memerlukan kesiapan yang menyeluruh.
“Ibadah haji tidak hanya menuntut kesiapan spiritual dan fisik, tetapi juga kesiapan finansial yang memadai, atau yang dalam syariat dikenal sebagai istitha’ah maliyah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tingginya minat masyarakat Indonesia untuk berhaji yang berdampak pada panjangnya masa tunggu keberangkatan.
“Indonesia merupakan negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia. Tingginya animo masyarakat berdampak pada panjangnya daftar tunggu keberangkatan,” lanjutnya.
Di Kabupaten Sidenreng Rappang sendiri, masa tunggu haji saat ini berada pada kisaran 26 tahun. Kondisi ini menjadi alasan penting bagi masyarakat untuk mulai merencanakan ibadah haji sejak dini.
“Apabila kita terus menunda, maka pertanyaannya sederhana: kapan kita benar-benar siap berangkat?” tegasnya.
Dirhamsyah mengajak masyarakat untuk mengambil langkah konkret melalui perencanaan keuangan yang disiplin.
“Haji tidak harus menunggu kita menjadi kaya raya. Dengan perencanaan yang baik, kita dapat memulainya melalui kebiasaan sederhana, yakni menyisihkan secara konsisten, bukan menunggu sisa,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa sistem pengelolaan dana haji saat ini telah berjalan aman dan kredibel.
“Pengelolaan keuangan haji diatur secara ketat oleh undang-undang dan diawasi oleh lembaga yang kredibel,” jelasnya.
Sebagai mitra strategis dalam layanan keuangan syariah, Bank Sulselbar mencatatkan kinerja positif. Sepanjang 2025, Bank Sulselbar Cabang Sidrap berhasil menghimpun lebih dari 1.100 pendaftar haji dan menjadi salah satu cabang terbaik. Hingga April 2026, jumlah pendaftar telah melampaui 780 jamaah.
Melalui kegiatan ini, Bank Sulselbar bersama BPKH dan pemerintah daerah mendorong perubahan pola pikir masyarakat bahwa ibadah haji bukan sekadar niat, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan perencanaan matang.
“Ibadah haji yang mabrur tidak lahir secara instan. Ia dimulai dari niat yang tulus, harta yang halal, serta perencanaan yang matang,” tutupnya.
Kegiatan Gema Haji Sidrap diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antar lembaga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam merencanakan ibadah haji secara aman, terarah, dan sesuai prinsip syariah.




