Grid.ID - Rumah tangga Tasya Farasya akhirnya kandas setelah 14 tahun bersama Ahmad Assegaf. Banyak yang mengira perpisahan tersebut dipicu faktor ekonomi, namun kenyataannya berbeda.
Dalam perbincangannya bersama Denny Sumargo, Tasya blak-blakan mengungkap alasan di balik perceraian itu. Ia menegaskan bahwa masalah finansial bukanlah penyebab utama.
“Fondasi nomor satu adalah kepercayaan, itu nggak bisa dibeli,” tegas Tasya Farasya dikutip Grid.ID melalui Podcast Curhat Bang Denny Sumaro, Kamis (23/4/2026).
Menurut Tasya, kepercayaan menjadi hal paling penting dalam sebuah hubungan. Ketika fondasi tersebut mulai runtuh, hubungan yang sudah lama dibangun pun ikut goyah.
Ia mengaku telah menjalani hubungan tersebut selama 14 tahun, termasuk masa pacaran dan pernikahan. Waktu yang panjang itu membuat perpisahan terasa sangat berat.
“Kayak kehilangan rasa kepercayaan sama orang yang paling aku percaya.”
Tak hanya soal kepercayaan, Tasya juga menyinggung pentingnya komunikasi dalam rumah tangga. Ia mengakui ada hal-hal yang tidak berjalan seimbang selama menjalani pernikahan.
Kesibukan masing-masing menjadi salah satu faktor yang memperlemah hubungan. Kurangnya quality time membuat keduanya semakin jauh secara emosional.
“Quality time itu penting banget dalam pernikahan,”
Tasya juga menyinggung bahwa dirinya terbiasa mandiri dalam banyak hal. Hal tersebut tanpa disadari berdampak pada dinamika hubungan dengan pasangan.
Ia menyebut bahwa dalam pernikahan, keseimbangan peran sangat diperlukan. Ketika salah satu pihak terlalu dominan, hubungan bisa menjadi tidak harmonis.
Meski begitu, Tasya tidak menyalahkan sepenuhnya mantan suaminya. Ia tetap mengakui bahwa sosok tersebut adalah pribadi yang baik.
Namun, menurutnya, menjadi orang baik saja tidak cukup dalam sebuah pernikahan. Ada banyak aspek lain yang harus berjalan seiring agar hubungan tetap bertahan.
Kini, Tasya memilih untuk menerima kenyataan dan melanjutkan hidup. Ia berusaha mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut.
Sebagai seorang ibu, ia juga memastikan anak-anaknya tetap mendapatkan perhatian penuh. Ia dan mantan suaminya sepakat menjaga hubungan baik demi anak.
Tasya menegaskan bahwa perpisahan bukan berarti hubungan sebagai orang tua ikut berakhir. Ia ingin anak-anaknya tetap tumbuh dengan kasih sayang yang utuh.
Pengalaman ini menjadi titik refleksi bagi Tasya dalam memahami arti hubungan. Ia kini lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan pribadi.
Dengan segala yang telah dilalui, Tasya memilih untuk tetap bersyukur. Ia percaya setiap fase hidup membawa pelajaran berharga untuk masa depan. (*)
Artikel Asli




