Realisasi investasi di Kota Yogyakarta pada triwulan I 2026 mencapai Rp441,48 miliar. Capaian ini mendekati batas bawah target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp628 miliar hingga Rp1,045 triliun.
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Yogyakarta mencatat nilai tersebut berasal dari 1.429 kegiatan usaha yang dilaporkan oleh 396 perusahaan melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
Koordinator Kelompok Substansi Penanaman Modal II DPMPTSP Kota Yogyakarta, Nitya Raharjanta, menyebut capaian triwulan pertama masih bersifat sementara dan menunggu rilis resmi dari pemerintah pusat.
“Biasanya nanti di sana masih ada beberapa hal yang perlu kita sesuaikan. Misalkan ada double counting sehingga nilai investasinya itu sedikit berbeda dengan yang riilnya,” ujarnya ke awak media, Kamis (23/4).
Dari sisi sektor usaha, investasi didominasi perhotelan. Sektor hotel bintang mencatatkan realisasi sebesar Rp121 miliar dan menjadi penyumbang terbesar pada triwulan pertama tahun ini.
Sektor konstruksi gedung menyusul dengan realisasi sekitar Rp86 miliar, diikuti aktivitas telekomunikasi sebesar Rp86,2 miliar yang mencakup pembangunan BTS dan jaringan serat optik.
Sektor lainnya dalam lima besar yakni restoran sebesar Rp21,9 miliar dan rumah sakit swasta Rp13,7 miliar.
Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan realisasi investasi tahun 2026 berada pada kisaran Rp628 miliar hingga Rp1,045 triliun.
“Target kita realisasi investasi di 2026 itu range-nya antara 628 M sampai dengan 1 triliun 45 miliar,” kata Nitya.
Pada triwulan I 2026, investasi yang masuk dilaporkan menyerap 1.244 tenaga kerja berdasarkan laporan pelaku usaha.
Secara tren, realisasi investasi di Kota Yogyakarta menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, realisasi investasi tercatat sebesar Rp1,045 triliun, naik dari sekitar Rp900 miliar pada 2024.





