Nasdem Usul Kursi DPRD Hangus jika Gagal Lolos ke DPR, PSI: Ada Niat Terselubung...

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus mencium niat terselubung dari Nasdem yang mengusulkan agar partai gagal lolos ke DPRD jika tak berhasil menembus parliamentary threshold (PT) DPR.

Bestari menduga, mantan partainya itu ingin menyingkirkan partai-partai yang menjadi kontestan mereka.

"Kemungkinan besar bahwa ada niat-niat terselubung kalau seperti itu, untuk menyingkirkan sesama kontestan ya, untuk kembali berada pada posisi keterwakilan," ujar Bestari kepada wartawan, Jumat (24/4/2026).

Baca juga: NasDem Usul Ambang Batas Parlemen Tunggal: Gagal Tembus DPR, Kursi DPRD Hangus

Bestari menyampaikan, sebagai usulan, sebenarnya apa yang disampaikan Nasdem itu sah-sah saja.

Namun, Bestari mengingatkan masyarakat bahwa mereka harus mewaspadai partai yang memiliki niat tidak baik seperti itu.

"Yang ingin menghilangkan hak masyarakat untuk diwakili oleh orang yang mereka percaya," ucapnya.

"Ini sebetulnya cukup seharusnya, masyarakat bisa langsung memberikan penilaian akhir terhadap partai politik yang punya keinginan menyingkirkan orang-orang ataupun partai politik lain yang notabene nanti akan mewakili mereka," imbuh Bestari.

Baca juga: Senada dengan Golkar, NasDem Usul Ada Ambang Batas DPRD

Sebelumnya, Ketua DPP NasDem Rifqinizamy Karsayuda menawarkan skema ambang batas parlemen (parliamentary threshold) tunggal di tingkat nasional, yakni bila parpol gagal tembus ambang batas DPR maka parpol tersebut juga otomatis gagal masuk semua DPRD.

Dengan skema tersebut partai politik yang tidak memenuhi ambang batas nasional, misalnya 6 persen, juga dianggap tidak lolos di Pileg DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota.

“Contoh, 6 persen parliamentary threshold nasional, yang jika partai politik tertentu tidak memenuhi 6 persen parliamentary threshold nasional, maka secara otomatis keberadaan suara dan atau kursinya di tingkat provinsi, kabupaten, kota dinyatakan tidak berlaku atau hangus,” ujar Ketua DPP Partai Nasdem sekaligus Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda saat dihubungi, Jumat (24/4/2026).

Baca juga: Golkar Usul Ambang Batas Parlemen Berjenjang, 5 Persen untuk DPR RI

Rifqinizamy menjelaskan, skema tersebut menjadi salah satu opsi yang ditawarkan Nasdem dalam desain ambang batas parlemen.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain model tunggal, Nasdem sebelumnya juga mengusulkan skema berjenjang yang membedakan besaran ambang batas di tiap tingkatan.

“Jadi yang pertama, parliamentary threshold berjenjang. Misalnya 6 persen untuk nasional, 5 persen untuk provinsi, dan atau 4 persen untuk kabupaten. Atau parliamentary threshold yang menggunakan standar tunggal tapi kemudian memiliki konsekuensi sampai dengan tingkat provinsi, kabupaten, kota,” ungkap Rifqinizamy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gratis Transportasi Jakarta Hari Ini, Berlaku hingga 23.59 WIB
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Rekap Hasil Liga 1: Persita Kalah Tipis di kandang 1-0 dari Bali United, PSM Bungkam Persik 3-1
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Iran Kirim Protes ke PBB, Tak Terima 5 Negara Arab Jadi Basis Serangan AS
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Kronologi Kasus Dugaan Malpraktik Angkat Rahim di Medan, Awalnya Didiagnosis Miom hingga Pasien Alami Infeksi
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Tentara Israel Jarah Barang Milik Warga Lebanon, dari Lukisan Sampai Sepeda Motor
• 21 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.