Rupiah Melemah, Anggota DPR: Ini Alarm bagi Pemerintah

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi XI DPR RI Bertu Merlas mengingatkan pemerintah agar mewaspadai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terjadi saat ini.

Menurut dia, pelemahan rupiah berpotensi menekan daya beli masyarakat karena bisa berdampak langsung pada kenaikan harga barang impor dan biaya produksi di dalam negeri.

“Kondisi rupiah saat ini harus menjadi alarm bagi pemerintah. Pelemahan ini berdampak langsung pada kenaikan harga barang impor dan biaya produksi. Jika harga barang naik sementara pendapatan masyarakat stagnan, daya beli akan terpuruk,” ujar Bertu dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/4/2026).

Baca juga: Rupiah Melemah, BCA Tegaskan Dampak ke Portofolio Kredit Tak Signifikan

Politikus PKB itu mengatakan, kenaikan biaya produksi akibat pelemahan rupiah berpotensi memicu efek domino terhadap harga barang di tingkat konsumen.

Karena itu, pemerintah perlu segera mengantisipasi potensi lonjakan inflasi, terutama untuk kebutuhan pokok yang paling dirasakan masyarakat berpenghasilan rendah.

“Jika tidak dimitigasi dengan cepat, beban biaya ini akan dialihkan kepada konsumen melalui kenaikan harga barang jadi yang ujungnya akan menggerus kesejahteraan masyarakat secara langsung,” kata dia.

“Tanpa intervensi pemerintah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, risiko ketidakstabilan sosial ekonomi akan semakin terbuka lebar,” sambungnya.

Baca juga: Rupiah Sedang Undervalued, Apa Dampaknya bagi Perekonomian Domestik? Ini Kata Ekonom

Bertu menambah, pemerintah dapat mengambil sejumlah langkah konkret untuk menjaga daya beli masyarakat.

Misalnya, dengan penguatan operasi pasar dan distribusi bahan pokok, penyaluran bantuan sosial tepat sasaran, serta kemudahan akses pembiayaan dan insentif bagi UMKM.

“Mengendalikan inflasi adalah kunci utama. Pemerintah harus memastikan pasokan aman dan harga stabil. Subsidi dan bantuan sosial harus benar-benar sampai ke tangan yang berhak agar daya beli rakyat tidak tergerus lebih dalam,” pungkasnya.

Baca juga: Dampak Rupiah Loyo, Siap-siap Biaya Dapur Makin Mencekik

Diberitakan Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mengakui bahwa nilai tukar rupiah saat ini berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.

Berdasarkan data BI, rupiah berada di level Rp 17.140 per dolar AS pada 21 April 2026, atau melemah 0,87 persen dibandingkan posisi akhir Maret 2026.

Namun, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, secara fundamental rupiah seharusnya masih bisa bergerak lebih kuat seiring kinerja ekonomi domestik yang tetap solid.

“Kami tegaskan bahwa nilai tukar rupiah sekarang ini telah undervalued dibandingkan dengan fundamental,” ujar Perry dalam konferensi pers, Rabu (22/4/2026).

Baca juga: BBM Naik, Rupiah Melemah: Kualitas Pembiayaan Perbankan Perlu Diwaspadai

Perry menerangkan, tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi faktor global, termasuk dampak perang di Iran yang mendorong kenaikan harga minyak, penguatan dollar AS, serta meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.

Untuk menjaga stabilitas, BI terus melakukan intervensi di pasar valas, baik melalui transaksi spot, DNDF, maupun pasar offshore non-deliverable forward (NDF).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain itu, bank sentral juga menjaga kecukupan cadangan devisa serta meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik guna menarik aliran modal asing.

BI menegaskan, kebijakan moneter tetap diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi, sementara kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran difokuskan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kabar Rapel dan Gaji Pensiunan PNS Bakal Diputuskan Naik Akhir April, Ini Pernyataan Resmi PT Taspen
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Polusi dan Kekeringan Mengintai Jakarta Saat El Nino, BPBD DKI Siapkan Mitigasi
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Tragis, 2 PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Majikan di Jakpus karena Tak Betah
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Batal Akuisisi SPRE, Saiko Bidik HBS Food (NAYZ)
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Kecelakaan di Parepare, Ambulans Bawa Pasien Ditabrak Truk Boks
• 1 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.